Dark/Light Mode

Kajian Teosofi (25)

Silaturrahim Lintas Primordial

Kamis, 16 April 2026 06:15 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Allah SWT dengan tegas berfirman bahwa Dia tidak melarang umat manusia untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi karena agama dan tidak mengusir dari negeri. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sebaliknya, Allah hanya melarang menjadikan sebagai sekutu orang-orang yang memerangi karena agama, mengusir dari negeri, atau membantu pengusiran tersebut (QS Al-Mumtahinah/ 60:7–8).

Nabi Muhammad SAW juga menegaskan:
“Barang siapa yang menzalimi orang-orang yang terikat perjanjian damai (mu’ahhad), atau merendahkan mereka, atau membebani di luar kesanggupannya, atau mengambil hartanya tanpa persetujuannya, maka aku akan menjadi lawannya pada hari kiamat.” (HR Bukhari-Muslim).

Baca juga : Silaturrahim Dengan Diri Sendiri

Dalam hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim, diceritakan bahwa Nabi memerintahkan para sahabat untuk menyalatkan secara gaib Raja Najasy ketika kabar wafatnya sampai kepada beliau. Para sahabat kemudian melaksanakan salat gaib dengan empat kali takbir di masjid dan mendoakannya (HR Bukhari No 3880–3881). Riwayat Imam Muslim juga memiliki redaksi yang hampir sama.

Jika silaturrahim internal sesama makhluk dalam dimensi mikrokosmos dapat terwujud, maka akan memudahkan terjalinnya ukhuwah komprehensif dengan makhluk dalam dimensi makrokosmos. Silaturrahim antara kedua kosmos ini diharapkan melahirkan kedamaian yang komprehensif dan abadi.

Baca juga : Bersilaturahim dengan Makhluk Spiritual

Semoga ini membawa kebahagiaan dan kedamaian bagi kita semua.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Kamis, 16 April 2026 dengan judul "Kajian Teosofi (25) Silaturrahim Lintas Primordial"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.