Dark/Light Mode

ASN Kelas Dunia, Serius Atau Mimpi Doang?

Jumat, 15 Februari 2019 06:35 WIB
Prof. Tjipta Lesmana
Prof. Tjipta Lesmana

 Sebelumnya 
Semakin banyak orang Indonesia yang kini pintar berbisnis sendiri melalui internet. Berani buka sendiri biro jasa perjalanan, jasa boga, main saham dan lain-lain. Semua dikerjakan sendiri di rumah, hanya dengan bantuan komputer.

Setiap ASN yang cakap juga harus memiliki jiwa wirausaha, bagaimana menciptakan inovasi-inovasi supaya publik puas dengan pelayanannya. Delapan parameter “World Class ASN’ versi Indonesia, menurut saya, BAGUS! Pertanyaannya: Apa bisa direalisir sepenuhnya atau hanya mimpi?

Baca juga : Jenderal Non-Job, Sebab Dan Solusinya

Hari Rabu yang baru lalu, Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil penelitiannya yang terkini tentang kualitas birokrasi kita. Hasilnya: kualitas birokrasi Indonesia MASIH RENDAH. 58 persen dari 149 responden menilai aparat pemerintah menjalankan tugasnya setengah hati.

Pemerintah tidak responsif saat bekerja untuk membantu pebisnis. Separuh responden juga menilai pegawai pemerintah tidak menguasai pekerjaannya atau hanya mau bekerja jika diberikan upeti. Sekitar 49 responden menilai masih sering terjadi pemberian uang oleh pebisnis kepada pegawai pemerintah.

Baca juga : Status Hukum “Indonesia Barokah”

Lebih dari 80 persen responden beralasan, uang diberikan di luar ketentuan yang berlaku, untuk mempercepat urusan yang rumit atau sebagai budaya untuk “balas budi”.

Jawaban-jawaban yang diberikan responden menunjukkan masih rendahnya parameter integritas, nasionalisme, profesionalisme, IT dan hospitality ASN kita. Musuh terbesar yang mengancam angan-angan kita mencapai “aparat kelas dunia”, sampai hari ini, rupanya, tidak berubah, yaitu korupsi yang semakin mengerikan, bukan semakin turun.

Baca juga : Pelajaran Dari Kasus Baasyir

Ketua KPK baru saja mengeluarkan pernyataan bahwa instansinya sedang mengarah ke tindak kejahatan korupsi di proyek-proyek infrastuktur yang diduga makin hebat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.