Dark/Light Mode

Ta’liful Quluub Untuk Wihdatul Ummah (1)

Membanding Indonesia & Negara Muslim Lainnya

Minggu, 17 Februari 2019 07:06 WIB
SHAMSI ALI
SHAMSI ALI
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Indonesia pada galibnya hanya mampu mengikut arah tiupan angin kekuatan luar. Indonesia belum menampakkan posisi jelas dalam konstalasi dunia global. Dalam negeri masih penuh intrik dan permainan yang kerap memalukan.

Dalam politik masih terjadi politik mainan kepentingan mereka yang punya modal. Dalam ekonomi di sana-sini diberitakan kebangkitan perekonomian ke tingkat signifikan.

Baca juga : Bagaikan Menabur Garam Ke Samudra

Tapi rakyat juga semakin meradang dengan daya beli yang semakin menurun. Yang paling parah, hukum masih berada dalam genggaman kepentingan. Hukum belum mampu menegakkan prilaku.

Tapi hukum ditegakkan untuk membenarkan perilaku dan kepentingan yang melawan hukum. Amoralitas meningkat atas nama kebebasan. Ancaman ideologi juga semakin nyata. Yang paling parah, ancaman itu kerap mendapat dukungan sistem dan otoritas.

Baca juga : Tentang Fatwa Terorisme

Karenanya, untuk sementara Indonesia akan tetap menjadi negara Muslim terbesar dalam bilangan. Tapi akan tetap mayoritas yang tidak bergigi baik dalam maupun luar negeri.

(Jadilah bagian dari perjalanan sejarah dakwah di Amerika. Mari donasi untuk pembangunan pesantren pertama di Amerika. Rekening Bank Mandiri: 12400- 0001-8185 An. Inka nusantara madani) [Bersambung]

Baca juga : Jangan Macet Di Zona Nyaman

Imam Shamsi Ali : Santri para ulama, Presiden Nusantara Foundation, Imam Islamic Center New York, Direktur Jamaica Muslim Center New York, Pendiri Pondok Pesantren Di AS, dan Diaspora Indonesia di Kota New York.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.