Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Kenapa diam? Apa Mentan tidak hadir dalam Rakor Perekonomian yang khusus membahas kebijakan impor beras, gulam, garam, jagung dan lain-lain? Ada apa sesungguhnya antara Mendag dan Mentan? Nah, saya pernah langsung memberondong pertanyaan ini kepada Mentan.
Amran menjawab: “Saya tidak mau ribut. Memang di rapat saya lebih banyak diam. Saya hanya utarakan beras kita cukup. Stock lebih dari cukup, dan panen berjalan terus. Januari-Februari-Maret kita terus panen. Kalau rapat putuskan impor beras, silakan. Kami tidak mau menentang. Itu tanggung jawab Mendag”.
Baca juga : ASN Kelas Dunia, Serius Atau Mimpi Doang?
Perhatikan jawaban Pak Jokowi ketika diserang Prabowo soal impor beras dalam debat capres Minggu lalu. Jokowi dengan mantap mengemukakan produksi beras kita 32 juta ton, konsumsi 28 juta ton. Maka ada surplus 3 juta ton.
Kenapa masih impor juga, serang Prabowo? “Impor untuk tingkatkan stok, untuk jaga-jaga.” Ingat, Pak Presiden bicara ditonton langsung oleh sekitar 100 juta rakyat Indonesia! Artinya, hampir mustahil Presiden berbohong.
Baca juga : Jenderal Non-Job, Sebab Dan Solusinya
Soal jagung, minggu lalu Presiden menandaskan kita tidak lagi impor jagung, tapi sudah bisa ekspor sekian ratus ribu ton. Publik memang selama 2 tahun terakhir Mendag dan Mentan seperti “ada apa-apa”. Yang satu terksan getol impor. Awal 2018 tiba-tiba Memperdag mengumumkan mau impor 0,5 juta ton, disusul 0.5 juta lagi, dan terakhir tambah 1 juta ton.
Saat itu, harga beras di pasar memang cenderung naik. Tapi, di berbagai propinsi, seperti Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan, beras yang diimpor itu ditolak karena produksi melimpah. Itulah kejelekan pejabat kita: begitu ada kekurangan pangan, obatnya cuma satu: langsung impor; tidak dipikirkan solusi lain.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.