Dark/Light Mode

Enggar Dituding, Enggar Ngeles

Kamis, 21 Februari 2019 08:03 WIB
Prof. Tjipta Lesmana
Prof. Tjipta Lesmana

 Sebelumnya 
Dan ketika impor sudah dilakukan, plus operasi pasar, tetapi harga tetap tidak turun-turun, bagaimana pertanggungjawaban Mendag?

Di sisi lain, Menteri Pertanian (dan Dirut Bulog) cenderung lebih hati-hati, karena yakin produksi beras dalam negeri cukup, bahkan surplus. “Produksi cukup dan cukup. Panen jalan terus, meski hujan lebat.” Ujung-ujungnya, Bulog sampai pusing karena stock begitu banyak, sehingga harus sewa banyak gudang dengan mengeluarkan dana yang tidak sedikit.

Baca juga : ASN Kelas Dunia, Serius Atau Mimpi Doang?

Amran tampak “lemas” ketika Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan lahan persawahan Indonesia sebenarnya terus susut karena sebagian sudah dikonversikan ke lahan industri. JK pun memerintahkan Kementerian Agraria untuk menghitung ulang secara cermat. Soal angka, pemerintah kita dari dulu memang lemah. Antara BPS, Agraria dan Kementan, selalu berbeda hitung-hitungannya.

Lalu, angka mana yang bisa dikatakan paling valid dan diikuti sebagai landasarn penyusunan kebijakan pangan? Soal impor pangan, tampaknya, hal ini akan terus dijadikan “peluru” oleh kubu 02 untuk menohok kubu 01.

Baca juga : Jenderal Non-Job, Sebab Dan Solusinya

Pemerintah harus segera menyelesaikan/menjernihkan “PR” ini. Jangan misalnya ada menteri-menteri yang berbeda, bahkan berlawanan, pendapatnya. Semua pihak harus bicara SEJUJURNYA, jangan ada yang main pat-gulipat demi kepentingan sempit. Produksi beras dalam negeri cukup, surplus, atau tekor dibandingkan konsumsi?Bagaimana pula dengan gula, jagung dan lain-lain?

Saya kira, sudah waktunya Presiden Jokowi sebagai kepala pemerintah turun tangan secara SERIUS untuk menuntaskan pertanyaan penting ini. Kalau tidak, para pendukung kubu 02 akan terus memainkan isu yang satu ini untuk menghantam kubu 01 seraya mempengaruhi rakyat dengan menyebarluaskan berita di medsos, bahkan melalui hoax!

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.