Dark/Light Mode

Etika Politik Dalam Al-Qur’an (35)

Pelajaran Diplomasi Publik (1) Kepiawaian Diplomasi Nabi Ibrahim

Minggu, 3 Maret 2019 07:20 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Mereka bertanya: "Apakah kamu, yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?". Ibrahim menjawab: "Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara". (Q.S. Al-Anbiya’/21:58-63).

Ketika patung-patung mereka dihancurkan Nabi Ibrahim tetap memperlihatkan ketenangannya ketika ia ditanya Raja tentang siapa yang melakukan penghancuran berha­la mereka. Ia menjawab dengan tenang tuduhan Raja dan kalangan masyarakat dengan penuh diplomasi yang membuat masyarakat tidak percaya jika Nabi Ibrahim menjadi pelaku tunggalnya.

Baca juga : Berkesetaraan Gender (2)

Jawabannya ialah:  "Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara".

Bahasa diplomasi ini menyelamatkan Nabi Ibrahim dari amarah raja dan rakyatnya. Seandainya ia dengan lugu menyatakan “aku yang merusaknya” mungkin saat itu juga ia akan dibunuh.

Baca juga : Berkesetaraan Gender (1)

Akan tetapi tujuan mulia yang diemban Nabi Ibrahim tidak boleh dilaksanakan secara emosi tanpa perhitungan, sehingga Nabi Ibrahim secara spontan menyatakan pernyataan itu.

Nabi Ibrahim mengelabui Raja dan warganya dengan pernyataan itu lalu dipahami yang membabat berhala-berhala itu ialah berhala yang paling besar yang sudah digantungi kapak besar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.