Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
Sebelumnya
Dalam hubungan luar negeri ini, Trump sekaligus memperlihatkan “dishonesty” (ketidakjujuran), bahkan “hypocrisy” (kemunafikan).
Dengan Korea Utara dibangun relasi dan berangkulan dengan nyaman. Sebaliknya, dengan Iran, justru sanksi atau boikot yang pernah dicabut Amerika di bawah pemerintahan Obama bersama sekutu-sekutunya Uni Eropa, kembali diperlakukan Trump.
Baca juga : Sirkus Politik Internasional
Bahkan sejujurnya Iran kini seolah menjadi “musuh tunggal” Amerika di atas planet bumi ini. Tentu ketidakjujuran dan kemunafikan ini bukan tanpa dasar.
Semua orang, bahkan orang pinggir jalan pun tahu, kalau sikap Donald Trump ini memiliki motif yang lebih jauh. Kita kenal sejak Irak hancur lebur, Libia luluh lantah, Suriah berantakan, serta negara-negara Teluk berhasil dipecah belah.
Baca juga : Kini Kita Hidup Dalam Sistem Ekonomi Apartheid!
Secara otomatis di kawasan Timur Tengah tinggal dua negara yang menjadi ancaman bagi sebuah negara yang diproteksi oleh Amerika dengan cara apapun. Kedua negara itu adalah Turki dan Iran.
Kedua negara ini adalah negara dengan penduduk mayoritas Muslim yang kuat dan hebat. Secara politik solid. Secara ekonomi maju. Bahkan secara militer sangat kuat dan maju. Selain tentunya punya sejarah besar masa lalu dalam budaya dan agama. [Bersambung]
Baca juga : Semua Amalan Ritual Berujung Pembangunan Karakter Kemanusiaan
Imam Shamsi Ali : Santri: para ulama, Presiden Nusantara Foundation, Imam Islamic Center New York, Direktur Jamaica Muslim Center New York, Pendiri Pondok Pesantren Di AS, dan Diaspora Indonesia di Kota New York.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.