Dark/Light Mode

Etika Politik Nabi Muhammad SAW (52)

Merintis Toleransi (1)

Selasa, 12 Januari 2021 05:00 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Relasi antar umat beragama bukan hal asing bagi Nabi. Banyak contoh sejarah yang dilakukan Nabi yang sangat menakjubkan. Ia banyak ditolong dan menolong agama lain. Ketika Nabi masih remaja, melakukan misi perda­gangan ke Syiria. Di sana, ia bertemu seorang pendeta yang melihat tanda-tanda ajaib di bahu Muhammad. Sang pendeta memintanya agar lebih baik segera kembali karena anak ini kelak akan menjadi orang besar, menjadi Nabi.

Baca juga : Mengapresiasi Pluralitas (2)

Peristiwa lain ketika Nabi baru saja mendapatkan wahyu pertama di Gua Hira. Ia dipertemukan dengan seorang pendeta kenalan isterinya, dan sang pendeta menerjemahkan pengalaman Nabi Muhammad sebagai awal dari misi kenabiannya. Nabi Muhammad sejak awal kenabiannya sudah akrab dengan pendeta.

Baca juga : Mengapresiasi Pluralitas (1)

Ia juga sering memberi perlindungan terhadap agama-agama lain, termasuk melindungi para tokoh-tokohnya. Konsep Darus Salam untuk non muslim kooper­atif dan Darul Harbi untuk non-muslim non kooperatif, merupakan konsep yang amat strategis yang tidak pernah diterap­kan oleh etnik sebelumnya.**

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.