Dark/Light Mode
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Etika Politik Nabi Muhammad SAW (54)
Antara Politik Islam Dan Islam Politik (1)
Tausiah Politik
Sebelumnya
Ia mengusulkan kata: Haadzaa maa qadha ‘alaihi Muhammad ibn ‘Abdullah (perjanjian ini ditetapkan oleh Muhammad putra Abdullah). Penyoretan basmalah dan penyoretan kata “Rasulullah” serta isi perjanjiannya tidak adil, membuat para sahabat tersinggung dan menolak perjanjian itu.
Baca juga : Mencegah Permufakatan Jahat (2)
Namun Rasulullah meminta para sahabat menyetujui naskah perjanjian itu. Konon, Rasulullah mengambil alih sendiri penulisan itu karena sahabat tidak ada yang tega mencoret kata “Rasulullah”, yang dianggapnya sebagai salah suatu prinsip dasar aqidah Islam.
Baca juga : Mencegah Permufakatan Jahat
Setelah keadaan tenang, Rasulullah menerangkan kepada para sahabatnya, mengapa perjanjian itu diterima. Pertama, pencoretan kata bismillahir rahmanirrahim dan kata Rasulullah memang masalah. Tapi lebih besar akibatnya bagi umat Islam jika perjanjian itu ditolak, karena posisi umat Islam masih minoritas.**
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.