Dark/Light Mode

Reshuffle: Apa Tujuan Sesungguhnya

Jumat, 23 April 2021 07:20 WIB
Prof. Tjipta Lesmana
Prof. Tjipta Lesmana
Pengamat politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Untuk apa Presiden Jokowi melakukan perombakan kabinet (yang kedua)?

Wacana reshuffle berawal dari penggabungan dua kementerian: Kementerian Ristekti dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud). Diam-diam, pemerintah sudah melobi DPR untuk wacana ini, dan DPR dikabarkan setuju.

Berita Terkait : Reshuffle Kabinet Dan Kicauan Survei (2)

Kedua, akan dibentuknya kementerian baru, yaitu Kementerian Investasi. Jokowi hingga sekarang tetap tidak puas dengan kinerja BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). Maka, BKPM hendak ditingkatkan statusnya dengan membentuk Kementerian Investasi.

Investasi, terutama investasi asing, diakui selama ini kurang berhasil. Beberapa kali Jokowi mengutarakan hal ini di depan rapat kabinet dengan nada jengkel. Padahal ada yang bisiki Presiden untuk mengejar pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5 sampai 7% per tahun, investasi harus digenjot. Dan investasi harus mampu menciptakan lapangan kerja massif.

Berita Terkait : Reshuffle Kabinet Dan Kicauan Survei (1)

Dari dua sasaran ini, wacana reshuffle kemudian berkembang. Katanya, Jokowi sekalian akan melakukan perombakan signifikan terhadap susunan kabinet: ada menteri yang bakal didepak, ada pula wajah-wajah baru.

Selama 2 minggu terakhir, isu perombakan kabinet pun ramai dibicarakan di publik; ada orang-orang Istana, terutama Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan, yang sengaja menggorengnya di layar televisi.

Berita Terkait : NEGARA SEDANG BOKE MAU BANGUN IBU KOTA BARU

Nama-nama menteri yang bakal disingkirkan Jokowi, dan wajah baru pun bermunculan, meski masih dalam taraf spekulasi. Bahkan kapan perombakan kabinet akan diumumkan pun beredar kencang sekali. Rabu 28 April 2021?
 Selanjutnya