Dark/Light Mode

Islam Dan Sexual Education (7)

Kamasutra Dalam Islam (2)

Jumat, 4 Juni 2021 05:00 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam pandangan tasawuf, teruta­ma kita bisa meli­hat penjelasan Ibn ‘Arabi dalam Futuhat al-Makkiyyah dan Kitab Fushush al-Hikamnya, sangat memandang penting arti perkawinan itu.

Bahkan ia juga men­jelaskan perkawinan sebagai adikodrati seluruh makrokosmos. Ia menjelaskan bahwa yang kawin mawin bukan hanya manusia tetapi seluruh makhluk mak­rokosmos, seperti tumbuh-tumbuhan dan binatang.

Berita Terkait : Kamasutra Dalam Islam (1)

Di dalam konsep Kamasutra diceritakan panjang lebar bagaimana mem­bangkitkan suasana mood yang penuh dengan kemesraan bersama pasangan sebelum bercinta. Jika cumbu rayu dan saling mengagumi satu sama lain dilakukan sebelum bercinta maka akan mempengaruhi kualitas orgasme kedua belah pihak.

Sama dengan hadis Nabi yang ditemukan dari berbagai jalur riwayat yang menekankan pentingnya cumbu-rayu (mula’abah) atau warming-up sebelum melangsungkan hubungan suami-istri. Dampaknya lebih jauh mula’abah ini ialah sang isteri akan mengandung bayinya dengan tenang dan penuh dengan cinta sampai bayinya lahir.

Berita Terkait : Erotologi (2)

Rumah tangga akan bertaburan cinta mana kala konsep Kamasutra ini diterapkan di dalam lingkungan keluarga. Ini juga sekaligus menjadi penegasan betapa pentingnya sexologi dalam penididkan keluarga.(*)