Dark/Light Mode

Islam Dan Sexual Education (4)

Mitos Menstruasi Dan Sexology (2)

Jumat, 28 Mei 2021 05:00 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam Islam, men­struasi lebih dikenal dengan haidl, berasal dari kata hadla-hadlan berarti keluarnya darah dalam waktu dan jenis tertentu. Dalam Al- Qur’an hanya disebut­kan empat kali dalam dua ayat, sekali dalam bentuk fi’il mudlari’/ present and future times (yahidl) dan tiga kali dalam bentuk isim mashdar/verbal noun (al-mahidl). Dari segi penamaan saja, kata haidl sudah lepas dari konotasi teologi yang berbau mitos.

Berita Terkait : Mula`abah (For-Play) (1)

Masalah haid dijelaskan dalam Q.S.Al- Baqarah ayat/2:222 : ”Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah ‘kotoran’” oleh karena itu hendaklah kamu men­jauhkan diri dari wanita di waktu haidl; dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka di tempat yang diperintahkan Allah ke­padamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri)”.

Berita Terkait : Mitos Menstruasi Dan Sexology (1)

Menarik untuk diperhatikan, sebab turunnya ayat ini dijelaskan dalam Hadis riwayat Imam Ahmad dari Anas, bahwa bilamana perempuan Yahudi sedang haid, masakannya tidak dimakan dan tidak boleh berkumpul bersama keluarga di rumahnya. Salah seorang sahabat menanyakan hal itu kepada Nabi, kemudian Nabi berdiam se­mentara maka turunlah ayat tersebut di atas.

Berita Terkait : Kedudukan Pemimpin Terbaik

Setelah ayat itu turun, Rasulullah bersabda “Lakukanlah segala sesuatu (kepada isteri yang sedang haid) kecuali bersetubuh”.
 Selanjutnya