Dark/Light Mode
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Menstruasi dalam lintasan budaya amat sarat dengan mitos. Kata menstruasi tidak terlepas dari konotasi mistis, berasal dari akar kata Indo-Eropa Manas, Mana, Men, yang sering disingkat dengan Ma berarti sesuatu yang berasal dari dunia gaib dan memberikan kekuatan tertentu kepada tubuh dan jiwa.
Menstruasi atau haid adalah masalah biologis dan teologis yang berpengaruh pada kesehatan seksual. Dalam agama Yahudi, menstruasi adalah keluarnya darah tabu dari perempuan yang diyakini sebagai kutukan terhadap pelanggaran Hawa yang menggoda suaminya, Adam, untuk melakukan pelanggaran di syurga.
Baca juga : Kedudukan Pemimpin Terbaik
Akibat pelanggaran itu Hawa dan jenis keturunannya akan mengalami sepuluh macam kutukan, sebagaimana disebutkan dalam Kitab Talmud, kitab tafsirnya kitab Taurat dan atau perjanjian lama.
Kaum perempuan menstruasi dalam agama Yahudi bukan hanya tidak boleh menikmati hubungan seks, tetapi ia juga harus hidup di pengasingan di gubuk menstruasi (menstrual hut) atau di goa-goa sampai menstruasinya berhenti.
Baca juga : Terima Kasih Pondok Pesantren
Perempuan dianggap bersih setelah melakukan upacara ritual mikvah atau thaharah, yakni melakukan mandi secara ritual dengan air khusus yang telah diberkahi, biasanya pada petang hari ketujuh menstruasi Lebih dari itu, yang bersangkutan juga harus menggunakan signal of warning, seperti simbol-simbol merah pada anggota badan atau di busananya.
Pelanggaran terhadap aturan tabu ini akan membawa malapetaka berupa bencana alam, karena diyakini bahwa prilaku makrokosmos (alam) mempunyai hubungan sebab akibat dengan prilaku mikrokosmos (perempuan menstruasi).
Baca juga : Filosofi Sexual Education (2)
Selama menstruasi, tidak boleh masuk di rumah-rumah ibadah karena ia dianggap tidak suci (tumah/blockage). Melakukan hubungan seksual dalam masa menstruasi (niddah) akan mengakibatkan tzaraat, sejenis penyakit lefra yang dianggap penyakit mengerikan dan memalukan. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.