Dark/Light Mode
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Tausiah Politik
Sebelumnya
Salah satu yang paling berpengaruh secara universal ialah mitos selaput dara. Seorang perempuan yang belum bersuami secara budaya dan agama dipaksa untuk mempertahankan keperawanannya yang ditandai dengan keutuhan selaput dara (virginity). Karena itu, dalam alam bawah sadar perempuan, keperawanan adalah kehormatan yang teramat tinggi dan tak ternilai harganya. Perempuan seolah merasa terancam masa depan dunia akhiratnya jika selaput keperawanannya bermasalah.
Baca juga : Spiritualitas Ejakulasi (2)
Mitos selaput dara selalu dikaitkan dengan keperawanan. Konsep keperawanan ini juga dihubungakan dengan persoalan teologi. Dalam teologi Kristen, keperawanan Bunda Maria harus dipertahankan karena berpengaruh pada kredibilitas Yesus Kristus sebagai Anak Tuhan. Jika ternyata Yesus Kristus lahir dari perempuan yang tidak perawan, maka kridibilitas ketuhanan Yesus dipersoalkan. Yesus Kristus legitimed sebagai anak Tuhan karena terlahir dari sang perawan Bunda Maria. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.