Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
Sebelumnya
Menstruasi dalam berbagai tradisi masyarakat tidak hanya dianggap sebagai masalah biologis yang secara rutin dialami kaum perempuan, tetapi juga mempunyai makna teologis yang amat penting. Menstruasi ini menjadi cikal bakal dan salah satu penyebab langgengnya sistem patriarki dalam sejarah umat manusia.
Baca juga : Pengaruh Khitan Dalam Hubungan Seksual (5)
Lebih dari itu, banyak tradisi besar yang berkembang dan bertahan hingga saat ini sesungguhnya tidak lain adalah kreasi menstruasi (menstrual creation).
Baca juga : Pengaruh Khitan Dalam Hubungan Seksual (4)
Menstruasi dalam lintasan sejarah, dianggap sebagai suatu simbol yang sarat dengan makna dan mitos. Darahnya sendiri dianggap tabu. Hampir setiap suku bangsa, agama, dan kepercayaan mempunyai konsep perlakuan khusus terhadap menstruasi.
Baca juga : Pengaruh Khitan Dalam Hubungan Seksual (3)
Dalam tradisi bangsa Indonesia, menstruasi sering diistilahkan dengan “datang bulan”, “sedang kotor”, “kedatangan tamu”, “bendera berkibar”, dan lain sebagainya. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.