Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Prof. Tjipta Lesmana
Sebelumnya
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang langsung mengingatkan pemerintah pusat untuk memperhitungkan dengan matang rencana melakukan impor beras sebanyak 1 juta ton, karena para petani mulai memasuki musim panen.
Baca juga : Renungan Atas Jatuhnya Kabul
Menurut Menteri Perdagangan, pemerintah baru sebatas buat MoU dengan Thailand dan Vietnam. Tindakan ini dirasakan perlu sebab jika mendadak Indonesia kekurangan beras, segera bisa dilakukan, pengapalan dari kedua negara tersebut. Paling tidak, 6 bulan lagi impor beras baru direalisir.
Baca juga : Hiruk-Pikuk Hibah Rp 2 Triliun
Alhasil, sejak Maret hingga Agustus tahun ini, surplus produksi beras Indonesia tercatat berturut-turut 2,8 juta ton, 2,74 juta, 0,05 juta, 0,10 juta, 0,21 juta dan 0,75 juta ton. Prediksi produksi beras September-Desember mencapai 2,38 juta ton. [BERSAMBUNG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya