Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tunda Dulu Ambisi Ekspor Beras (1)

Kamis, 26 Agustus 2021 08:23 WIB
Prof. Tjipta Lesmana
Prof. Tjipta Lesmana
Pengamat politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Sabtu pekan lalu, pemerintah melepas hasil ekspor pertanian ke 61 negara secara serentak dari 17 pintu senilai Rp 7,29 triliun. Pada era pademi Covid-19 ini, Kementerian Pertanian memang tercatat sebagai instansi pemerintah yang nilai ekspornya paling tinggi. Hebat! Dari sekian banyak produk yang diekspor, menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, ada juga beras yang dikirimkan ke Arab Saudi, walaupun dalam jumlah kecil.           

Berita Terkait : Renungan Atas Jatuhnya Kabul

Tentu, berita ini sangat menggembirakan Presiden Jokowi. Indonesia yang biasanya “doyan” impor beras, kini ekspor beras?  Tapi, Jokowi mengingatkan Menteri Pertanian untuk hati-hati. Ia berpesan supaya Kementan mendahulukan kebutuhan nasional sebelum mengekspor beras. “Dikalkulasi lagi stok yang ada, harus cukup untuk kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu.” Pesan itu, tentu sangat jitu.

Berita Terkait : Hiruk-Pikuk Hibah Rp 2 Triliun

Dikalkulasi lagi secara cermat produksi beras kita dan konsumsi dalam negeri.            

Berita Terkait : Covid Peluang Memeras Orang Tertimpa Kesusahan

Baru pada awal tahun ini, Pemerintah pusat berencana melakukan impor beras sebanyak 1 juta ton. Yang memberikan pernyataan ini adalah Menteri Perdagangan yang baru duduk sebagai Mendag sekitar 3 bulan. Alasannya: untuk menjaga stok beras nasional. Padahal stok beras di Bulog sudah nyaris membludak. Rencana impor 1 juta ton beras ini didukung penuh oleh Airlangga Hartanto, Menteri Koodinator Perekonomian.  “Ya, 1 juta ton yang dibagi 500.000 ton untuk cadangan beras pemerintah (CBP) dan sisanya sesuai kebutuhan Bulog,” kata Airlangga. Menurut Airlangga, “Stok beras perlu dijaga karena pemerintah perlu melakukan pengadaan beras besar-besaran untuk pasokan beras bansos selama masa PPKM serta terjadi bencana di beberapa tempat yang dinilai mengancam ketersediaan pasokan beras nasional.”            
 Selanjutnya