Dark/Light Mode

Trend Islam Di AS (29)

Muslim Amerika: Komunitas Profesional

Minggu, 12 Mei 2019 07:58 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Komunitas muslim di AS berbeda dengan komunitas muslim di daerah minoritas lain di negara-negara barat. Di Eropa, komunitas muslim masih lebih didominasi oleh kaum pekerja kasar, misalnya pedagang kaki lima, buruh kasar, dan pekerja serabutan.

Akan tetapi komunitas muslim di AS leih terdidik, intelektual, dan kaum profesional. Umumnya mereka masuk dalam kategori kelas menengah (middle class) dan masuk lagi sebagai kaum pinggiran (pheriperial) tetapi sudah masuk di dalam kelas utama (mainstream).

Komunitas muslim banyak bekerja di sektor formal dan profesional seperti dokter, insinyur, konsultan, guru, dosen, militer, diplomat, pengusaha, pemilik toko, supir taksi, atletik olahragawan, seniman, artis, dan bekerja di sektor jasa profesional lainnya.

Berita Terkait : Islam Sebagai Agama Publik Di AS

Mereka juga bertempat tinggal di apartemen dan perumahan yang lebih layak sebagaimana halnya warga masyarakat AS lainnya.

Mereka mampu menyekolahkan anak-anaknya di sekolah dan perguruan tinggi terbaik di AS. Bahkan mengirimnya ke kota-kota lain yang lebih mutu pendidikannya lebih baik.

Mereka umumnya terpelajar dan mengerti soal hukum. Tidak sedikit di antara mereka memiliki lawyer sendiri, dokter pribadi atau dokter keluarga.

Berita Terkait : Indonesia Tidak Boleh Larut Dengan Pujian

Hidup mereka lebih tenang karen memiliki asuransi, bahkan memiliki beberapa jenis asuransi. Mereka juga memiliki kesadaran untuk hidup sehat sehingga pintar memanfaatkan hak-hak dan kewajibannya sebagai warga AS.

Tidak sedikit di antara mereka memiliki posisi penting di kantor atau di perusahaan mereka bekerja karena profesionalitasnya. Di samping itu juga memiliki tingkat ketekunan bekerja di atas rata-rata sejumlah komunitas minoritas lainnya.

Mungkin itulah sebabnya dekade terakhir survei-survei menunjukkan tingkat penerimaan umat Islam di AS semakin baik.

Berita Terkait : AS dan Muslim Stateless

Bandingkan dua dekade sebelumnya, terutama beberapa saat pasca peristiwa 9/11, sekitar 60% warga AS tidak mau bertetangga dengan komunitas muslim.
 Selanjutnya