Dark/Light Mode

Suksesi Trah Pandawa 

Senin, 13 September 2021 06:15 WIB
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
Dalang Wayang Politik

 Sebelumnya 
Sempat terjadi penolakan dengan diangkatnya Parikesit sebagai raja Hastina. Penolakan berasal dari faksi Panca Kusuma yang tidak lain cucu dari Puntadewa. Panca Kusuma merasa lebih berhak atas suksesi kerajaan Hastina. Kertiwindu anak Sengkuni ikut bermain menjadi pemicu penolakan Parikesit. Strategi adu domba antar cucu Pandawa sengaja diembuskan Kertiwindu untuk balas dendam tewasnya Kurawa. 

Berita Terkait : Reshuffle Pun Tidak Cukup

Parikesit sempat bimbang menghadapi penolakan Panca Kusuma. Dalam keadaan tidak menentu, muncullah Semar sebagai pamong para satria Pandawa. Panca Kusuma dipanggil bersama Parikesit untuk menjelaskan duduk persoalannya. Panca Kusuma tidak berwenang atas kerajaan Hastina. Karena Panca Kusuma sudah mendapat tahta kerajaan Amarta dan Pancala peninggalan Prabu Drupada kakek buyutnya. Panca Kusuma bisa menerima dan legowo setelah mendapat penjelasan dari Semar.

Berita Terkait : Bocornya Surat Prabu Pandu

“Itulah kalau suksesi kepemimpinan dimaknai sebagai transaksional,” celetuk Petruk membuyarkan lamunan Romo Semar. “Betul, Tole. Kepemimpinan transaksional selalu ada pamrih yaitu aku dapat apa? Padahal kepemimpinan sejati tidak tergantung kepada kekuasaan. Yang mana rakyat dan anak buah patuh kepada pemimpin karena jabatan dan kekuasaan. Kesinambungan kepemimpinan nasional bisa terwujud jika pemimpin bisa melayani rakyat. Bukan sebaliknya yaitu pemimpin yang dilayani. Pemimpin masa depan adalah pemimpin institusi yang memiliki integritas, visioner, jujur, dan inspiratif,” ucap Semar. Oye