Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kampanye Komunikasi Digital, Stop TB Partnership Indonesia Tingkatkan Kesadaran Orang Dengan Gejala TBC
Senin, 21 Februari 2022 13:03 WIB
Sebelumnya
Fitur lainnya adalah fitur Pengingat 141CekTBC, yang diharapkan bisa membantu masyarakat lebih cepat tanggap terhadap gejala Tuberkulosis dengan memasang pengingat tentang lamanya gejala batuk muncul hingga hari keempat belas.
Kampanye ini juga dilengkapi dengan berbagai artikel kesehatan yang bisa diakses di website Stop TB Partnership Indonesia dan microsite kompas.com.
Diharapkan masyarakat bisa menambah pengetahuannya tentang Tuberkulosis sehingga meningkat kesadarannya untuk memeriksakan diri dan mengobati penyakit ini sampai sembuh.
Baca juga : Kebutuhan Transportasi Meningkat, Pupuk Indonesia Pastikan Kelancaran Distribusi
Pendekatan persuasif kampanye ini diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan, pandangan, dan sikap orang-orang dengan gejala TBC untuk mengakses layanan dengan fasilitas diagnosis TBC di masa pandemi.
Dengan begitu, mereka yang memiliki gejala TBC bisa mendapatkan diagnosis yang tepat serta pengobatan yang sesuai standar sampai sembuh.
"Selain Covid-19, kesehatan masyarakat Indonesia masih terbebani dengan penyakit menular seperti TBC yang sudah ada sejak lama. Upaya mempromosikan penyakit ini pun harus mengadopsi cara-cara baru untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa TBC masih ada di sekitar kita. TBC bukan batuk biasa, jika mengalami gejala batuk lebih dari 14 hari sudah waktunya mencari solusi dengan periksa ke dokter," jelas Direktur Eksekutif STPI, dr. Henry Diatmo.
Baca juga : Harga Kedelai Naik, Syarief Dorong Kebijakan Kemandirian Pangan
Salah satu pasal dalam Peraturan Presiden No 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC menggarisbawahi perlunya melakukan penybarluasan informasi terkait TBC kepada masyarakat.
Upaya kampanye #141CekTBC yang digalang oleh STPI ini merupakan ajang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait perilaku pencarian pelayanan kesehatan.
"Kami harap dengan adanya kampanye ini dapat membangun kemauan individu yang bergejala TBC untuk memeriksakan diri sedini mungkin sehingga memutus rantai penularan TBC di masyarakat," tutur Koordinator Substansi Tuberkulosis, dr. Tiffany Tiara Pakasi.
Baca juga : KPK Fasilitasi Polda Sumut Periksa Bupati Langkat Soal Kerangkeng Manusia
Membangun kesadaran adalah hal fundamental yang harus dilakukan untuk mengubah pandangan dan perilaku masyarakat Indonesia terhadap penyakit Tuberkulosis. Terlebih, sejak munculnya Covid-19.
Sebab, kedua penyakit ini menular melalui udara dan menunjukan gejala serupa, yaitu batuk dan demam. Oleh karena itu, kampanye promosi kesehatan tentang penyakit TBC menjadi semakin penting di masa pandemi ini. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya