Dark/Light Mode

Konsumsi BBM Ron Rendah Bikin Mesin Cepat Rusak Dan Picu Kanker

Rabu, 4 November 2020 18:39 WIB
Sel kanker/Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Sel kanker/Ilustrasi (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ini peringatan serius bagi yang suka menggunakan BBM Ron rendah seperti Premium. Selain bisa merusak mesin kendaraan, menurut Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Premium juga bisa memicu kanker. 

“Konsumsi Premium sangat berbahaya untuk kesehatan," kata Direktur Eksekutif KPBB Ahmad Safrudi, mengingatkan

Safrudi menjelaskan, BBM oktan rendah akan membuat pembakaran di dalam mesin menjadi tidak sempurna. Ini terjadi karena terbakarnya BBM dalam ruang bakar hanya karena tekanan mesin. Bukan karena percikan api dari busi. Akibatnya, selain menjadikan mesin mengelitik (knocking), juga membuat banyak BBM terbuang dan menjadi emisi hidrokarbon, karbon monoksida (CO), dan nitrogen dioksida melalui knalpot. Nah, emisi hidrokarbon inilah yang memicu kanker. 

Baca juga : KPK Merasa Dicuekin Kepolisian Dan Kejaksaan

Berdasar riset KPPB bersama Universitas Indonesia (UI), rata-rata air seni masyarakat Jakarta mengandung polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH) 2.200 mg kreatinin. Angka tersebut sangat tinggi. Standar World Health Organization (WHO), PAH yang memperbolehkan hanya 500 mg kreatinin.

Selain itu, dalam urine masyarakat Jakarta juga ditemukan benzene yang sangat tinggi, yaitu 8,9 mg. Angka tersebut jauh di atas standar WHO, yaitu maksimal 0,3 mg kreatinin.

Dari temuan KPPB, PAH dan benzene pada urine masyarakat Jakarta tersebut berasal dari pencemaran hidrokarbon kendaraan bermotor. Jadi, sangat wajar jika angka penderita kanker di Jakarta tinggi dan terus meningkat. 

Baca juga : Waspada, Penggunaan BBM Ron Rendah Bisa Bikin Pasien Covid-19 Makin Parah

Tak hanya kanker, berbagai penyakit lain yang tak kalah berbahaya, juga mengintai. Selain itu, karbon monoksida yang dihasilkan juga bersifat racun dan nitrogen dioksida memicu penyakit paru-paru. Temuan lain, bahaya BBM beroktan rendah seperti akan mencemari lingkungan, yang pada ujungnya akan berdampak pula pada kesehatan manusia. Seperti mengganggu saluran pernapasan. Apalagi di jalanan yang padat kendaraan. Akan berisiko menyebabkan gangguan pernapasan. Yang punya risiko asma bisa lebih memicu asma, sampai jangka panjang adalah kanker paru-paru. 

Karena itu, langkah pemerintah bersama Pertamina mendorong penggunaan bahan bakar ron tinggi, seperti Pertamax, sangat bagus untuk mengurangi dampak buruk polusi. Program Langit Biru perlu terus diperluas. 

Menurut KPPB, semakin tinggi penggunaan BBM ron tinggi, maka risiko pencemaran lingkungan, yang hilirnya berdampak pula pada kesehatan manusia, akan semakin rendah. Jadi, sangat tepat kebijakan untuk terus edukasi publik untuk tidak lagi menggunakan premium.  

Baca juga : Duterte Lirik Vaksin Buatan Rusia Dan China

Pengamat Otomotif Jusri Pulubuhu menambahkan, dengan edukasi bagus yang dijalankan pemerintah, secara perlahan publik akan menyadari dampak positif menggunakan BBM Ron tinggi. Dia pun menyarankan, pemerintah tak ragu mulai sepenuhnya menyalurkan BBM Ron tinggi. 

"Pemerintah sebenarnya hanya perlu melakukan stop produk BBM oktan rendah. Sudah saatnya masyarakat menggunakan BBM Ron tinggi. Karena memiliki banyak kelebihan. Mesin awet, tenaga kendaraan terjaga, dampak buruk terhadap lingkungan juga lebih kecil, dibanding bahan bakar oktan rendah," ujar Jusri. [USU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.