Dark/Light Mode

Pengen Semangati Anak Muda

Qumii Mansur Terbitkan Buku Finding Myself

Rabu, 2 Desember 2020 18:07 WIB
Qumii Rahmatul Qulmul Mansur (kanan) & Wirda Salamah Ulya Mansur
Qumii Rahmatul Qulmul Mansur (kanan) & Wirda Salamah Ulya Mansur

RM.id  Rakyat Merdeka - Di usia yang terbilang muda, rupanya sudah jago merangkai kata-kata yang menyentuh perasaan pembacanya, terutama para remaja Indonesia. Itulah Qumii Rahmatul Qulmul Mansur, anak kedua dari pasangan Siti Maemunah dan Ustaz Yusuf Mansur.

Gadis belia ini akrab disapa Qumii, menulis apa saja yang menjadi keresahan perasaannya, saat membaca komentar-komentar para followers-nya, yang lebih dari 128 ribu jumlahnya. Hasil refleksi dan kegundahan tersebut, kemudian dia kemas ke dalam buku berjudul Finding Myself alias Mencari Jati diri. Buku karya perdana Qumii tersebut sudah diterbitkan oleh Penerbit Sunset Road.

“Tujuan aku bikin buku tuh, buat nyemangatin siapa saja, khususnya remaja,” ujar Qumii didampingi kakaknya, Wirda Salamah Ulya Mansur, dalam jumpa pers yang diberlangsung di Pondok Pesantren Daarul Quran, Ketapang, Cipondoh, Tangerang, Minggu (29/11).

Qumii menambahkan, karyanya terinspirasi dari situasi yang ditangkapnya lewat bacaan maupun sosial media, bahwa betapa banyak remaja sepantarannya yang mentalnya sakit, putus asa, tidak mengetahui tujuan dan kelak mau seperti apa. Situasi tersebut sangat mengganggu pikirannya.

Baca juga : Mentan Pantau Aktivitas Jual Beli Pasar Ternak Tallunglipu

“Banyak sekali remaja yang putus asa dan berhenti di tengah jalan. Sayang sekali. Melalui buku ini aku mencoba nyemangatin mereka,” katanya.

“Saya berharap, mereka yang membaca buku saya bisa lebih happy hidupnya. Hidup lebih bermanfaat buat keluarga dan negara,” ujar Qumii yang berterima kasih kepada sang kakak atas dukungan moril hingga buku perdananya diterbitkan.

Sampai tahap ini, Qumii telah mengikuti jejak si sulung, Wirda Mansur, juga rajin menerbitkan buku. Memasuki usia 19 tahun, Wirda pun menerbitkan buku keenam, berjudul A Note to Remember.

Wirda mengatakan, mereka berdua sengaja menulis buku yang memotivasi anak muda, agar bangkit dan bersemangat menjalani hidup. “Anak muda, sebenarnya hanya butuh ditepuk doang pundaknya agar bangun. Ayo, Bro. Bangkit lagi,” ujarnya.

Baca juga : Supaya Semangat, Wajibkan Anak Sarapan Pagi Dengan Makanan Bergizi

Alhamdulillah, media yang kami pilih untuk mendorong teman-teman dalam berjuang adalah lewat media sosial dan tulisan di buku,” ujar Wirda. Sama seperti Qumii, Wirda pun menulis buku sejak usia 15 tahun.

“Saat ini saya siap menerbitkan buku keenam. Saya berharap, kelak pada usia 19 tahun, Qumii sudah menulis 10 buku atau lebih. Mudah-mudahan ya, Qumii,” harap Wirda yang diamini Qumii.

Keduanya sependapat bahwa keinginan untuk menulis buku berkat dorongan dari sang ayah, Ustaz Yusuf Mansur. “Papa juga kan penulis buku. Karyanya sudah banyak. Kebetulan sejak kecil kami berdua suka baca buku, lalu Papa minta agar jangan puas hanya membaca buku, tapi sekalian menjadi penulis buku,” kenang Wirda.

“Semangat itu yang mendorong kami menulis buku,” tambahnya.

Baca juga : Jumlah Kasus Baru Turun Dibanding Kemarin

Kalau Wirda Mansur lebih cenderung menjadi motivator mimpi, Qumii Mansur lebih cocok menjadi motivator hati bagi pembaca seusianya. Keduanya berharap buku-buku mereka bisa menjadi teman bagi anak muda Indonesia dalam mencari jati diri dan mewujudkan mimpi-mimpi mereka. [RUS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.