Dark/Light Mode

Renang Boleh, Yang Nggak Boleh Kumpul-Kumpulnya

Sabtu, 23 Januari 2021 09:20 WIB
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 dr Reisa Brotoasmoro. (Foto: Twitter)
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 dr Reisa Brotoasmoro. (Foto: Twitter)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di masa pandemi Covid-19 ini, banyak orang yang takut berenang. air kolam renang dikhawatirkan menjadi media penularan virus Corona.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 dr Reisa Brotoasmoro menyatakan, olahraga renang boleh saja dilakukan. Asal, kolam renangnya sudah disesuaikan dengan standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Berita Terkait : Yang Positif Covid Jangan Ngumpet, Segera Melapor

Dalam panduan itu diatur berapa tingkat asam atau basa, yang biasa disebut PH, pada airnya. Juga, kadar klorinnya. “Kalau ngikutin panduan, di dalam kolamnya baik-baik aja. Itu kumannya, bakteri, virusnya nggak hidup di situ. Dia akan mati,” ujar Reisa dalam talk show RMCo.id dengan tema “Hindari klaster keluarga, Disiplin 3 M, Yuk!”.

Meski air kolam aman, tapi tetap ada potensi penularan di lingkungan sekitar kolam. Misalnya, ruang ganti, ruang bilas dan terutama, pinggir kolam renang. Di sana, orang-orang kerap berkumpul sambil berbincang-bincang.

Berita Terkait : Waktunya Kepala Daerah Kompak Tangani Corona

Kalau seseorang bisa memastikan tidak ada interaksi selama berenang dan langsung pulang setelah selesai, Reisa menilai, kondisi akan amanaman saja. “Yang jadi tingkat risiko bukan di dalam kolamnya. kolamnya nggak ada masalah, tapi lingkungan sekitarnya dan kegiatan orang-orang ini loh,” tuturnya.
 Selanjutnya