Dark/Light Mode

2 x Lebaran Tanpa Keluarga Di Australia

Ahli Epidemiologi Dicky Budiman: Alhamdulillah, Tahun Ini Saya Sudah Bisa Tarawih Dan Itikaf

Kamis, 13 Mei 2021 15:30 WIB
Ahli Epidemiologi Griffith University Australia, Dicky Budiman (Foto: Dok. Pribadi)
Ahli Epidemiologi Griffith University Australia, Dicky Budiman (Foto: Dok. Pribadi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sudah dua kali kita melewati Lebaran di tengah situasi pandemi. Momen Hari Raya Idul Fitri yang biasanya identik dengan kumpul-kumpul atau silaturahmi keluarga, terpaksa absen dari jadwal kegiatan karena dilakukan secara virtual. Terutama, bagi mereka yang tinggal jauh di perantauan. 

Hal ini dirasakan betul oleh Ahli Epildemiologi dan Global Health Security Griffith University, Brisbane, Australia, Dicky Budiman.

Baca Juga : Dubes Jepang Ucapin Selamat Lebaran Untuk Muslim Indonesia

"Ini Lebaran kedua tanpa keluarga. Karena istri saya kan kerja di salah satu BUMN di Jakarta, anak-anak saya kuliah. Jadi, sejak awal mereka nggak ikut ke sini. Rencana awal, 4 atau 5 bulan sekali mereka ke Australia. Awal 2020 sempat tahun baruan di sini. Tapi, itu pun saya sudah khawatir karena saya baru pulang dari Guangzhou China, menghadiri konferensi internasional tentang pandemi. Setelahnya, betul-betul nggak bisa karena pandemi," ungkap Dicky kepada RM.id.

"Australia ini kan responnya cepat dan kuat. Maret 2020, lockdown sekitar 2 bulan. Jadi, saya nggak bisa meminta keluarga datang saat Idul Fitri tahun lalu," lanjutnya.

Baca Juga : Beberapa Komandan Hamas Gugur Syahid Dalam Agresi Israel

Dicky menjelaskan, tak ada shalat Idul Fitri dalam momen Lebaran di Australia. Padahal, setelah lockdown, sangat minim kasus. 

"Karena gradasi kelonggarannya diatur ketat, konsistensinya dijaga, masjid baru diizinkan beroperasi setelah 3 bulan lockdown. Protokol kesehatannya ketat. Kebijakan tersebut terus dijalankan selama berbulan-bulan. Alhamdulillah, tahun ini kasusnya semakin jarang," papar Dicky.

Baca Juga : Silaturahmi Virtual Dengan Wapres, Jokowi Cerita Lebaran Tanpa Anak-anak

Memasuki tahun 2021, Australia mendeteksi 1 kasus positif di hotel karantina. Kejadian itu langsung direspon dengan lockdown 3 hari, dengan testing dan tracing yang memadai. Dari 1 kasus, yang dilacak ada 19 ribuan orang. Sisanya, nggak boleh ke mana-mana. 

Kemudian, kira-kira 2 bulan sebelum puasa, muncul 4 kasus di RS. Lagi-lagi bukan kasus transmisi lokal. Kebijakan lockdown 3 hari pun kembali diterapkan, ditambah 2 hari pengetatan. Plus 2 minggu pembatasan kuat dengan protokol kesehatan ketat. 
 Selanjutnya