Dewan Pers

Dark/Light Mode

Temui Massa Buruh, Anies Janji Ringankan Biaya Hidup Pekerja

Kamis, 18 Nopember 2021 15:58 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan didampingi Kadisnakertrans dan Energi Andri Yansah menemui para buruh FSP LEM SPSI yang menuntut kepastian kenaikan UMP  di  Balaikota, Kamis(18/11).
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan didampingi Kadisnakertrans dan Energi Andri Yansah menemui para buruh FSP LEM SPSI yang menuntut kepastian kenaikan UMP di Balaikota, Kamis(18/11).

RM.id  Rakyat Merdeka - Massa buruh dari Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Jakarta, Kamis (18/11). 

Mereka datang untuk menuntut supaya  Upah Minimum Provinsi (UMP ) DKI Jakarta dinaikkan pada tahun depan. 

Atas aksi tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan didampingi Kadisnakertrans dan Energi, Andri Yansah langsung menemui para buruh yang tergabung dalam FSP LEM SPSI itu. 

Berita Terkait : Pakai Suspensi Baru, Bantingan Xpander Makin Nyaman

Anies berjanji akan membantu buruh meringankan beban dengan menurunkan biaya hidup. Di antaranya, dengan menghadirkan pangan murah, memberikan , Kartu Jakarta Pintar (KJP) untuk anak-anak buruh dan menanggung biaya transportasi.

"Terima kasih untuk semua yang hadir disini untuk berjuang menyuarakan aspirasi para buruh. Mereka adalah orang-orang yang memikirkan kesejahteraan semuanya. Pemprov DKI akan membantu buruh dengan menurunkan biaya hidup," ujar Anies disambut tepuk tangan oleh para buruh. 
.
Anies melanjutkan, untuk menaikan UMP ada ketentuan yang harus ditaati. Setidaknya, ada dua acuan dasar dalam memutuskan kenaikan UMP.

Pertama, aturan Pemerintah dalam hal ini PP No 36/2021 tentang Pengupahan. Kedua, penyesuaian antara keputusan menaikkan UMP oleh Pemerintah Pusat dan data dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). 

Berita Terkait : Melantai Di Bursa, Avian Tawarkan 10 Persen Saham

Sebagaimana ditetapkan sebelumnya, rata rata kenaikan UMP periode 2022 ditetapkan sebesar 1,09 persen. Penyesuaian nilai upah minimum ditentukan berdasarkan pertimbangan pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi.

Sebelumnya, sejumlah serikat pekerja menggelar unjuk rasa meminta kenaikan UMP DKI Jakarta 2022 menjadi Rp 4,8 juta di depan Balai Kota. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyebutkan, pada tahun depan  idealnya UMP DKI Jakarta naik jadi Rp 5,3 juta. [MFA]