Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pimpin Partai Buruh

Said Iqbal Janjiin Duit Jatah Bulanan Rakyat

Rabu, 6 Oktober 2021 07:25 WIB
Presiden Partai Buruh Said Iqbal. (Foto: Istimewa)
Presiden Partai Buruh Said Iqbal. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal resmi terpilih menjadi Presiden Partai Buruh 2021-2026. Dia terpilih dalam Kongres Partai Buruh ke-4 yang digelar pada 4-5 Oktober di Hotel Grand Cempaka, Jakarta.

Setelah terpilih, Said pun membeberkan janji-janji jika Partai Buruh lolos verifikasi hingga parliamentary threshold atau ambang batas lolos ke DPR. Salah satunya, memberikan uang bulanan kepada rakyat.

Berita Terkait : FSBDSI Pesimistis Partai Buruh Mampu Bersaing Dalam Pemilu

“Kalau Allah berkehendak mengantarkan kami lolos verifikasi KPU dan parliamentary threshold, tidak usah muluk-muluk. Apa bentuknya? Kasih makan rakyat. Setiap rakyat kasih rekening setiap bulan,” ujarnya, di acara Kongres Partai Buruh kepengurusan 2021-2026, di Jakarta Pusat, kemarin.

Partai Buruh akan mendesak Pemerintah memberikan bantuan duit Rp 500 ribu per bulan untuk minimal 100 juta warga negara. Program ini, menjadi pembeda kebijakan parpol maupun Pemerintah saat ini.

Berita Terkait : Jokowi Ingin Papua Youth Creative Hub Jadi Pusat Pengembangan Talenta

“Penduduk kita 260-an juta. Kami kasih ke setengahnya, 100 juta orang. Sebanyak 100 juta dikali Rp 500 ribu rupiah, cuma Rp 50 triliun, dari APBN Rp 2.200 triliun. Kurangin anggaran Pemerintah yang aneh-aneh, integrasikan BLT dan bantuan sosial lain,” tuturnya.

Kongres Partai Buruh ke-4 merupakan deklarasi ulang, sekaligus penetapan kepengurusan baru yang kini dipimpin Said Iqbal. Kini, Partai Buruh semakin besar dengan 11 organisasi induk di dalamnya. Di antaranya, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), Rumah Buruh Indonesia, hingga Serikat Petani Indonesia (SPI).

Berita Terkait : KPK Jamin Pegawai Yang Dipecat Dapat Tunjangan

Partai Buruh berikhtiar agar bisa memperjuangkan kelas

pun pekerja di dunia politik. Asumsinya, suara buruh di barisan ekstra parlemen tidak terakomodir dengan partai yang ada di Senayan.
 Selanjutnya