Dark/Light Mode

Waspada Kasus DBD Rawan Melonjak

354 Warga Jakarta Tepar Digigit Nyamuk

Selasa, 22 Februari 2022 09:00 WIB
Petugas melakukan pengasapan (fogging) di Permukiman warga di Gandaria, Jakarta Timur, Jumat (14/1/2022). Pengasapan yang dilakukan Puskesmas Pasar Rebo tersebut untuk memberantas nyamuk Aedes Aegypti guna mencegah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di kawasan permukiman. (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha z).
Petugas melakukan pengasapan (fogging) di Permukiman warga di Gandaria, Jakarta Timur, Jumat (14/1/2022). Pengasapan yang dilakukan Puskesmas Pasar Rebo tersebut untuk memberantas nyamuk Aedes Aegypti guna mencegah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di kawasan permukiman. (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha z).

 Sebelumnya 
Sementara, warna hijau, ungu, biru dan putih disebutkan jadi empat warna yang membuat nyamuk tak tertarik sama sekali. Profesor Biologi University of Washington, Jeffrey Riffell mengatakan, selain warna, semua udara panas yang manusia hembuskan khususnya karbondioksida (CO2) juga sangat menarik minat nyamuk. “Nyamuk tampaknya menggunakan bau untuk membantu mereka membedakan apa yang ada di dekatnya, seperti inang untuk digigit.

Saat nyamuk mencium senyawa tertentu. Seperti karbon dioksida dari napas kita. Aroma itu merangsang mata untuk memindai warna tertentu dan pola visual lainnya, yang terkait dengan inang yang potensial untuk didatangi,” kata Prof Jeffrey. Bahkan setelah menyemprotkan CO2, nyamuk tidak tergerak oleh warna putih, hijau, biru, dan ungu.

Baca juga : Kasus Covid Melonjak, RSUI Depok Tambah Tempat Tidur

Tapi merah, oranye, cyan, dan hitam adalah warna yang disebutkan membuat nyamuk mendambakan manusia. Kemungkinan karena warna-warna itu bisa dilihat di permukaan kulit manusia dengan puncak yang lebih rendah pada panjang gelombang hijau.

Itu mengacu pada warna yang memiliki panjang gelombang lebih pendek pada spektrum warna yang terlihat seperti hijau, biru dan ungu. “Jadi tidak mengherankan mengapa nyamuk lebih memilih warna dengan gelombang yang lebih panjang seperti merah, oranye dan kuning.

Baca juga : Kabel Udara Di Jakarta Semakin Semrawut Tuh

Kepekaan terhadap warna oranye dan merah berkorelasi dengan daya tarik kuat nyamuk terhadap spektrum warna kulit manusia,” demikian laporan penelitian itu.  [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.