Dewan Pers

Dark/Light Mode

Cegah Sampah Menumpuk Di Pintu Air Manggarai

Anies Bangun Saringan Di Perbatasan Ibu Kota

Rabu, 28 September 2022 07:30 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengunjungi proyek pembangunan saringan sampah Kali Ciliwung segmen TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (26/9). (Foto: Twitter @aniesbaswedan).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengunjungi proyek pembangunan saringan sampah Kali Ciliwung segmen TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (26/9). (Foto: Twitter @aniesbaswedan).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membangun sistem saringan sampah di perbatasan. Proyek ini diharapkan dapat memberikan banyak manfaat. Salah satunya, merawat pompa air agar tidak mudah rusak.

Sistem saringan sampah dibuat untuk mencegah agar sampah tidak masuk ke Pintu Air Manggarai saat terjadi banjir kiriman. Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, pembangunan sistem ini hasil kajian Pemprov DKI bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan disepakati oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC).

“Kita lihat nanti seberapa efektif. Secara teoritik ini efektif, tapi nanti kita lihat di lapangan,” kata Anies saat mengunjungi proyek pembangunan saringan sampah Kali Ciliwung segmen TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (26/9).

Berita Terkait : OSO: Gebu Minang Akan Bangun SDM Para Perantau

Anies mengungkapkan, proyek ini berangkat dari keinginan Pemprov DKI ingin menaikkan kapasitas volume air di Pintu Air Manggarai pada tahun 2018. Kendalanya antara lain timbunan sampah yang sangat banyak.

“Dari sini menimbulkan pertanyaan, dari mana asal muasal kedatangan sampah tersebut. Dan, muncul ide membangun sistem penyaringan sampah di perbatasan Jakarta,” bebernya.

Ide itu kemudian dibahas, didiskusikan, dan diputuskan untuk dilakukan pembangunan saringan sampah di tempat sebelum masuk pemukiman padat.

Berita Terkait : Cegah Dampak Negatif Internet, Orangtua Perlu Dampingi Anak Saat Belajar

“Anggarannya sudah disiapkan untuk tahun 2020 senilai 195 miliar rupiah. Nah harapannya ini akan bisa mengendalikan sampah agar tidak masuk ke dalam kota,” jelas Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyebut sekitar 52 ton sampah lewat di Kali Ciliwung segmen TB Simatupang setiap hari. “52 ton per hari, setara dengan 1 bus Transjakarta jenis tronton,” ujarnya.

Anies berharap sebelum akhir tahun 2022 pembangunan proyek ini selesai. Jadi saat musim penghujan datang, air yang masuk ke Jakarta daerah Kali Ciliwung tidak lagi air membawa sampah. Tapi air yang sudah tersaring.
 Selanjutnya