Dewan Pers

Dark/Light Mode

Cegah Dampak Negatif Internet, Orangtua Perlu Dampingi Anak Saat Belajar

Sabtu, 3 September 2022 21:25 WIB
Pengawassan dan penampingan anak menggunakan Internet perlu dilakukan sejak dini. (foto:net)
Pengawassan dan penampingan anak menggunakan Internet perlu dilakukan sejak dini. (foto:net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Edukasi penggunaan internet terhadap generasi muda harus dilakukan secara bijak. Salah satunya, dengan memaksimalkan dampak positif dan meminimalkan dampak negatif saat berinternet. Dengan begitu, akan tercipta masyarakat yang cerdas dan produktif.

”Pendampingan anak menggunakan internet peru dilakukan oleh orangtua. Internet adalah tempat mencari informasi apa saja secara cepat, mudah, dan dengan harga terjangkau,” ujar pengajar Universitas Dipa Makassar, Komang Aryasa di webinar literasi digital Indonesia Makin Cakap Digital dalam keterangan yang diterima RM.id Sabtu (3/9).

Komang menyatakan, selain dampak negatif, internet juga memiliki sisi positif yang bermanfaat. Beberapa manfaat internet untuk generasi muda, di antaranya searching, game online, learning, communicating, collecting, dan creating.

Berita Terkait : HNW Ingatkan Pentingnya Siaran Pemberitaan Yang Sehat

”Meski demikan, tantangan berinternet bagi orangtua adalah karena anak-anak sekarang tahu lebih banyak ketimbang orangtua. Di dunia user generated content, anak menginginkan kebebasan, kemudahan mengakses internet, dan bebas online tanpa aturan,” katanya. 

Menurut Komang, tugas pendampingan terhadap generasi muda dalam berinternet harus disesuaikan dengan usia anak. Pendampingan terhadap anak usia dini tentu berbeda pendekatan dengan anak yang sudah memasuki usia remaja. 

”Misalnya, mendampingi anak usia TK atau SD akan berbeda pendekatan dibandingkan dengan anak remaja sekolah menengah,” tegas Komang.

Berita Terkait : Lestarikan Budaya Nasional, Pendanaan Pertamina Untuk Perajin Batik Tembus Rp 11,5 Miliar

Agar tercipta generasi muda yang cerdas, Komang memberikan tujuh tips berinternet yang sehat. Yakni, tetapkan beberapa aturan, dampingi saat anak menggunakan internet, letakkan komputer di ruang keluarga, batasi waktu bermain internet, berikan anak alasan dan penjelasan, ajarkan literasi media, dan aktifkan software parental control.

Dari perspektif etika digital, pengajar Fakultas Psikologi Universitas Merdeka (Unmer) Malang, Nawang Warsi Wulandari mengatakan, tanpa pendampingan orangtua, anak akan sangat berpotensi untuk melakukan hal-hal negatif atau mendapatkan perlakuan negatif dari penggunaan internet dan media sosial.

Untuk itu, lanjut Nawang yang juga Dekan Fakultas Psikologi Unmer itu, dibutuhkan peran orangtua dalam pendampingan anak sebagai generasi muda. Kemudian, mengajarkan pada anak etika di dunia digital, mengakses media sosial yang positif, memilih konten yang positif, mengontrol waktu penggunaan gadget hingga berdiskusi dengan anak tentang media sosial.

Berita Terkait : Melli Darsa Center Bantu Pemerintah Sukseskan Program Imunisasi Anak

”Selanjutnya, mengarahkan anak dalam penggunaan atau pemanfaatan media sosial secara positif, memberikan saran saat anak mengalami kendala atau masalah dalam penggunaan media sosial, dan bertanggung jawab untuk memastikan anak tidak melanggar norma-norma dalam penggunaan media sosial,” pungkasnya.■