Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Mau Bangun Pengolahan Sampah RDF
DKI Pede Beban TPST Bantargebang Susut
Selasa, 2 Mei 2023 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yakin volume sampah yang diangkut ke pembuangan di Bantargebang bakal menyusut. Sebab, pembangunan proyek fasilitas pengolahan sampah yang tengah digeber di Ibu Kota, Refuse Derived Fuel (RDF) plant, mudah direalisasikannya.
Pembangunan RDF direncanakan di tiga lokasi. Yakni, di Taman Pemakaman Umum (TPU) Rorotan, Jakarta Utara (Jakut), Tempat Pembuangan Sampah (TPS) 3R Pesanggrahan, Jakarta Selatan (Jaksel) dan TPU Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar).
Kepala Biro Kerja Sama Daerah (KSD) DKI Jakarta, Marulina Dewi mengatakan, lahan yang akan digunakan untuk pembangunan RDF milik Pemprov DKI Jakarta.
Baca juga : Periksa Anggota DPRD DKI, KPK Endus Aliran Uang Pulo Gebang
“Sehingga pembangunan RDF Plant ini akan mudah untuk diimplementasikan,” ungkap Marulina saat meninjau TPURorotan dan TPS 3R Pesanggrahan, kemarin.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan persiapan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT PLN tentang pengolahan sampah menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) sebagai Co-Firing Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Sekaligus memastikan luas lokasi pembangunan RDF cukup memadai. Penandatanganan MoU, menurut dia, akan dilakukan pekan depan.
Marulina menyebut, pembangunan RDF ini untuk mengurangi beban sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.
Baca juga : Gus Muhaimin Bagikan Puluhan Ribu Paket Lebaran Untuk Warga Malang Raya
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengutarakan, konstruksi RDF tahap kedua ini akan dibangun tahun depan. Rencananya, pembangunan ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan dana lainnya.
Asep menjelaskan, pembangunan RDF di TPU Rorotan dan Pegadungan merupakan berskala besar, yakni dapat menampung 2.000 ton sampah per hari. Sementara RDF di TPS 3R berskala kecil, yakni hanya dapat mengelola 30-50 ton sampah per hari.
“Saat ini kami sudah kerja sama dengan dua perusahaan, yakni PT Semen Indonesia dan PT PLN,” ujarnya.
Baca juga : Moeldoko: Pembangunan Pengelolaan Sampah di Jakarta Jangan Molor Lagi
Asep bilang, pembangunan RDF ini untuk menggantikan rencana pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF) yang belum berhasil dieksekusi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya