Dark/Light Mode

Mau Bangun Pengolahan Sampah RDF

DKI Pede Beban TPST Bantargebang Susut

Selasa, 2 Mei 2023 07:30 WIB
Jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meninjau lokasi rencana pembangunan pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) Plant di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rorotan, Jakarta Utara, Jumat (28/4). (Foto: Ist).
Jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meninjau lokasi rencana pembangunan pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) Plant di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rorotan, Jakarta Utara, Jumat (28/4). (Foto: Ist).

 Sebelumnya 
“Sudah saatnya Pemprov DKI mengambil langkah lain dengan memprioritaskan pembangunan RDF plant,” kata dia.

Menurutnya, RDF plant meru­pakan solusi terbaik. Selain biayanya lebih rendah, pembangunannya tidak memakan wak­tu lama. Selain itu, proyek ini nantinya dapat berjalan mandiri. Hasil dari pengolahan sampah melalui RDF plant bisa menjadi bahan bakar industri, setara dengan batubara muda.

“Hasil dari pengolahan sampah itu akan dibeli oleh PT Indo­cement dan Semen Indonesia,” kata Asep.

Baca juga : Periksa Anggota DPRD DKI, KPK Endus Aliran Uang Pulo Gebang

Ke depannya, tidak hanya pabrik semen, lanjut Asep. jika produksi semakin meningkat, bisa ditawarkan ke perusahaan listrik tenaga uap.

Menurutnya, RDF TPU Rorotan akan dibangun di atas lahan seluas 6 hektar. Dan, lokasinya jauh dari pemukiman warga.

“Semoga, konstruksinya bisa berjalan tahun depan,” harapnya.

Baca juga : Gus Muhaimin Bagikan Puluhan Ribu Paket Lebaran Untuk Warga Malang Raya

RDF plant adalah teknolo­gi turunan dari penambangan sampah. Prosesnya terdiri dari 4 tahapan utama, yakni proses pemecahan, pengeringan, pemi­sahan dan pemadatan.

Hasil padatan RDF ini dapat berupa pellet atau briket dengan densitas tinggi, memiliki tingkat kekuatan yang baik, lebih sta­bil, homogen dan tahan lama. Estimasinya, 750 ton sampah dapat menghasilkan 120-192 ton bahan bakar RDF.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth mengatakan, permasalahan sampah di Jakarta sudah men­jadi salah satu isu serius. Karena itu, dia meminta Pemprov DKI Jakarta membuat program penanganan sampah dengan cara kreatif dan inovatif.

Baca juga : Moeldoko: Pembangunan Pengelolaan Sampah di Jakarta Jangan Molor Lagi

Disebutkannya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta pada 2021, warga Jakarta bisa menghasilkan 7,2 ton sampah per hari.

“Dan sampai tahun 2023 ini tidak ada pengurangan tonase sampah,” kata politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Kent ini.

Kent menyayangkan proyek ITF Sunter mandek. Menurut dia, proyek tersebut tidak berjalan lantaran melibatkan banyak stakeholder.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.