Dark/Light Mode

Tekan Polusi Udara Jakarta

DKI Gaet PLN Sulap Sampah Jadi Listrik

Senin, 12 Juni 2023 07:30 WIB
Penandatanganan perjanjian kerja sama pengelola sampah menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) antara Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dengan Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (8/6/2023). (Foto: Antara)
Penandatanganan perjanjian kerja sama pengelola sampah menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) antara Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dengan Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (8/6/2023). (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
Selain dengan Pemprov DKI, PLN sudah melakukan kerja sama dengan 12 Pemprov lain di Tanah Air. PLN juga bersinergi dengan BUMN lain untuk menjamin pasokan biomassa. Saat ini PLN telah menerapkan teknologi co-firing di 37 PLTU dan ditargetkan akan bertambah menjadi 42 PLTU di tahun ini. Pada 2025, PLN akan menerapkan teknologi ini di 52 PLTU dengan kebutuhan pasokan bio­massa mencapai 10 juta ton.

“Untuk itu PLN membutuhkan pasokan biomassa sebanyak 1 juta ton pada 2023. Karena itu, kami terbuka dengan peluang kerja sama seluas-luasnya,” tandasnya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta August Hamonangan mendukung kerja sama pengelo­laan sampah ini. Dia menyebut, kerja sama ini adalah terobosan yang bagus untuk mengatasi permasalahan sampah.

Baca juga : Targetkan 1 Juta Barel Per Tahun, Ini Program Jitu Lemigas

Anggota Komisi D ini menu­turkan, program pengelolaan sampah menjadi sumber energi listrik ini sangat bagus. Hal itu sudah direalisasikan di Sema­rang, Jawa Tengah.

“Semarang sudah melakukan ini duluan, dan hasilnya positif,” kata dia kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (10/6).

Bahkan, kata dia, kini Sema­rang sudah memikirkan untuk mencari sampahnya.

Baca juga : Pemprov DKI Gandeng PLN Olah Sampah Jadi Bahan Bakar PLTU

“Mereka kewalahan, karena program ini kan membutuhkan sampah,” ujarnya.

Politisi Partai Solidaritas Indonesia ini mendesak Pemprov DKI Jakarta dalam hal ini Dinas Ling­kungan Hidup, mempercepat pengelolaan sampah menjadi BBJP.

“Jangan hanya tanda tangan kerja sama saja, tapi harus direalisasikan,” tegasnya.

Baca juga : Kowarteg Dukung Ganjar Gelar Pelatihan Pembuatan Kue Di Nganjuk

Meski tujuan utamanya mengurangi dan mengatasi sampah, August bilang, pengelolaan sampah yang efektif dan efisien ini berdampak positif dan mencegah permasalahan buruk lainnya. Selain itu, akan meringankan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.