Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ogah Tinggal Di Rusun Nagrak
Korban Gusuran JIS Pilih Ngemper Di Dekat Stadion
Senin, 17 Juli 2023 07:30 WIB
Sebelumnya
Kebijakan Tak Matang
Sekretaris Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo memaklumi warga Kampung Bayam ogah dipindahkan ke Rusun Nagrak. Menurutnya, masalah ini terjadi akibat kebijakan yang tidak matang dari Pemprov DKI era Anies Baswedan.
Baca juga : Romo Benny Ajak Milenial Gunakan Hak Pilih Secara Rasional
“Sejak jauh hari warga dijanjikan tinggal di Kampung Susun Bayam. Dari pengertian saja sudah berbeda antara kampung susun dengan rumah susun,” kata Rio.
Ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur ini menilai, warga menolak tawaran Pemprov DKI karena lokasi Rusun Nagrak cukup jauh dari kampung tempat mereka tinggal sebelumnya meski masih berada di wilayah Jakarta Utara. Jarak Kampung Bayam ke Rusun Nagrak sekitar 18 kilometer (km).
Baca juga : Masdalina Pane: Kuburkan 3 Meter Di Bawah Tanah
“Mereka memiliki mata pencaharian di sekitar JIS. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta perlu menyesuaikan kebutuhan pemukiman warga dari segi historis sebelumnya,” imbuhnya.
Rio berharap warga Kampung Bayam segera mendapatkan kepastian tempat tinggal.
Baca juga : SIM Keliling Tangerang Kota 3 Juli, Hadir Di Plaza Shinta Cimone
Rio mempertanyakan alasan di balik warga Kampung Bayam belum menempati KSB.
“Awal permasalahan karena tidak ada titik temu mengenai biaya sewa. Kenapa sekarang pembahasannya soal kepemilikan tanah antara Jakpro dengan Dispora?” tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya