Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Penghuni Sukarela Pindah Ke Nagrak
Rusunawa Marunda Sudah Tak Layak Huni
Kamis, 7 September 2023 07:30 WIB
Sebelumnya
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta DPRKP DKI serius mengawasi kondisi Rusunawa di Jakarta.
Anggota DPRD DKI Jakarta August Hamonangan menilai, ambruknya atap Rusunawa Marunda merupakan bentuk ketidakseriusan DPRKP DKI Jakarta dalam melakukan perawatan rusunawa di Jakarta.
“Pembangunan dan perawatan rusunawa seharusnya menjadi prioritas DPRKP,” kata August dalam keterangannya, Selasa (5/9).
Meski insiden itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini mendesak Pemprov DKI secepatnya merevitalisasi bangunan rusunawa yang sudah tidak layak.
Baca juga : Pakar: Langkah Haji Isam Adukan Keberatan Pemberitaan Ke Dewan Pers Sudah Tepat
“Pemprov DKI juga harus mengecek bangunan lain yang berpotensi roboh dan mencelakai penghuninya,” ujarnya.
August juga menilai, DPRKP juga tidak memiliki program prioritas dalam perumahan dan permukiman. Dia menyinggung Program CAP (Community Action Plan) dan CIP (Collaborative Implementation Program) yang menurutnya belum sempurna pelaksanaannya.
Dia melihat, kadang program CAP dalam pelaksanaannya (CIP) berbenturan serta menghambat tindak lanjut terhadap aduan masyarakat. Misalnya, ketika warga mengadukan masih banyak terjadi genangan air sehingga perlu segera dilakukan pelebaran saluran air, jajaran Dinas Sumber Daya Air (SDA) justru mengatakan pelebaran saluran air tersebut tidak bisa dikerjakan dengan alasan terkait dengan program CAP-CIP.
“Ditambah lagi DPRKP lebih repot dengan urusan rumah uang muka 0 rupiah yang gagal serta kurang diminati warga DKI,” tandasnya.
Baca juga : Begini Cara APP Sinar Mas Kembangkan Talenta Muda Indonesia
Hal senada dilontarkan Judistira Hermawan. Anggota Komisi D ini mengaku prihatin dengan insiden robohnya atap Rusunawa Marunda. Untuk mengantisipasi kejadian ini tidak terulang, Judistira meminta DPRKP DKI Jakarta mengaudit semua rusunawa milik Pemprov DKI Jakarta.
Judistira mengatakan, bangunan Rusunawa Marunda sudah cukup tua, yakni 17 tahun.
“Jangan sampai ada kejadian lagi dan mana-mana. Yang tidak layak harus segera direvitalisasi,” kata Judistira, Selasa (5/9/).
Politisi Partai Golkar ini mengaku siap mengawal dan memastikan penghuni Rusunawa Marunda dapat hunian baru.
Baca juga : Peringatan Harlah PKB, Undangan Untuk Gus Yahya Tak Kunjung Sampaiā¦
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis 7/9/2023 dengan judul Penghuni Sukarela Pindah Ke Nagrak, Rusunawa Marunda Sudah Tak Layak Huni
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya