Dark/Light Mode

Pasar Tanah Abang Sepi Dihajar TikTok Shop

Doorprize Dan Hiburan Tak Mampu Kerek Penjualan

Senin, 25 September 2023 07:30 WIB
Sejumlah kios tutup di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (23/9). Tampak tidak ada pengunjung di pasar ini alias kosong melompong. Para pedagang memilih menghentikan sementara kegiatan usahanya karena Pasar Tanah Abang sepi pengunjung. Mereka menduga, masyarakat lebih senang berbelanja secara online karena lebih murah. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)
Sejumlah kios tutup di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (23/9). Tampak tidak ada pengunjung di pasar ini alias kosong melompong. Para pedagang memilih menghentikan sementara kegiatan usahanya karena Pasar Tanah Abang sepi pengunjung. Mereka menduga, masyarakat lebih senang berbelanja secara online karena lebih murah. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)

 Sebelumnya 
“Inilah yang membuat peda­gang di bawah tidak diminati karena harganya kalah bersaing. Meskipun pedagang kita ber­jualan online, pasti pembeli men­cari harga termurah,” tandasnya.

Menanggapi keluhan terse­but, Fraksi PDI Perjuangan De­wan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (22/9). Sidak ini untuk ber­interaksi langsung dengan para pedagang dan mengecek kondisi pasar yang menjadi simbol vitalitas perdagangan di Jakarta.

Baca juga : Upacara Dan Peringatan HUT RI Di Swedia Dihadiri Sesepuh Dan Tokoh Masyarakat

Sidak pertama dilakukan di Blok G, kemudian Blok Adan Blok B. Dalam sidak terli­hat banyak kios tutup. Kios yang buka pun sepi pembeli. Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono menyebut, tidak tersambungnya jembatan atau skybridge jadi penyebab sepinya Blok G.

“Kenapa tidak terkoneksi? Karena rencana direvitalisasi tapi rencana revitalisasi tidak kunjung dieksekusi. Persoalan­nya di situ,” kata Gembong.

Baca juga : Masalah Minyak Goreng, Pemerintah Diminta Beri Kepastian Hukum Ke Pengusaha

Karena itu, Gembong akan me­minta Pemerintah Provinsi (Pem­prov) DKI segera melaksanakan rencana revitalisasi pasar.

“Sampai hari ini belum ada keputusan. Nah keputusan inilah yang kita diskusikan dengan Pemprov,” ujarnya.

Baca juga : Himpunan Santri Ganjar Beri Santunan Anak Yatim Di Purwakarta

Selain itu, mereka kalah saing dengan pedagang online yang saat ini tren live shopping. Ditambah lagi kondisi Blok Gyang kotor dan kurang terawat juga membuat pelanggan enggan datang.

Sementara faktor utama pe­nyebab sepinya Blok Adan B, menurut Gembong, adalah ke­biasaan masyarakat yang lebih memilih belanja lewat e-com­merce. Ia meminta Pemprov turut memperhatikan pedagang dan membuat pelatihan agar mereka lebih terdidik dan mengikuti perkembangan teknologi digital.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.