Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ada Penambahan Jalur di Stasiun Manggarai

Besok Malam, Beberapa Perjalanan KA Dibatalkan dan Berubah Jalur, Cek Infonya Di Sini

Kamis, 24 Oktober 2019 22:11 WIB
Ilustrasi Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan. (Foto: Dwi Pambudo)
Ilustrasi Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan. (Foto: Dwi Pambudo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta dan Banten, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan akan melakukan Switch Over (SO) 3 di Stasiun Manggarai, Jumat (25/10).

Hal ini dilakukan karena ada penambahan jalur baru di jalur 6. Dengan demikian, jika semula ada 8 jalur, kini menjadi 9 jalur.

SO 3 ini akan dilakukan mulai Jumat (25/10) pukul 22.00 WIB hingga Sabtu (26/10) pukul 04.00 WIB.

Terkait hal itu, DJKA mengimbau penumpang untuk memperhatikan jadwal kereta, dan merencanakan perjalanannya dalam satu hari ke depan.

Berikut ini perjalanan KRL yang dibatalkan:

  1. KRL 1249 Relasi Bogor–Jakarta Kota yang berangkat dari Stasiun Bogor pukul 21.47 WIB
  2. KRL 1250 Relasi Jakarta Kota–Bogor berangkat Jakarta Kota pukul 23.45 WIB
  3. KRL 1842 Relasi Jatinegara-Manggarai berangkat Jatinegara pukul 23.00 WIB

Berita Terkait : Tinggi Gelombang di Pantai Selatan Capai 6 Meter, Wisatawan dan Nelayan Diimbau Hati-hati

"Kami mohon maaf atas pembatalan perjalanan kereta ini. Kami mengimbau agar penumpang mencari alternatif jadwal atau angkutan lain, agar tidak menunggu lama di stasiun," kata Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta dan Banten Rode Paulus GP di Jakarta, Kamis (24/10).

Selain berujung pada pembatalan tiga perjalanan KA, SO 3 ini akan mengakibatkan perubahan Jalur KA. Kereta yang semula di Jalur : 1, 2, 3, 4, 5, 8, 9 dan 10, kini menjadi 1, 2, 3, 4, 5, 6 (jalur baru), 7, 8 dan 9.

Sedangkan pengguna jasa kereta Commuter Line tujuan Bogor akan dilayani pada jalur 5, 6 dan 7.

"Penambahan jalur ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas stasiun, dan mengurangi antrean kereta di Stasiun Manggarai," ujar Rode.

Kementerian Perhubungan kini sedang menyelesaikan pembangunan jalur dwi ganda atau double-double track (DDT), dan berbagai fasilitas antara Manggarai-Jatinegara hingga Cikarang.

Baca Juga : PR Menpora Baru Menyatukan KNPI

Pembangunan ini ditujukan untuk mengoptimalkan fungsi kereta Commuter sebagai angkutan umum massal.

Kondisi saat ini, kereta Commuter dan KA jarak jauh berjalan di jalur yang sama. Sehingga, fungsi Commuter Jabodetabek belum maksimal.

Dengan program pembangunan DDT, kereta Commuter akan memiliki jalur sendiri. Tak lagi berjalan di atas rel yang sama dengan Kereta Jarak Jauh. Praktis, jumlah penumpang yang akan diangkut dapat bertambah.

"Pergerakan orang yang banyak inilah yang perlu diantisipasi, dengan menyiapkan berbagai fasilitas prasarana dan daya dukung yang sama-sama kita harapkan," jelas Rode.

Stasiun Manggarai akan dibangun menjadi 3 lantai. Di Lantai Dasar, akan ada delapan jalur. Enam jalur untuk Commuter Bekasi Line dan dua jalur untuk KA Bandara. Lantai 1 untuk pelayanan penumpang dan area komersial.

Baca Juga : Ini Prestasi Idham Aziz, dari Tumpas Dr Azhari sampai Amankan Asian Games

Sedangkan di Lantai 2, akan dibangun 10 jalur kereta. Enam jalur untuk KA Jarak Jauh, dan empat jalur untuk commuter Bogor Line.

Proses pembangunan fasilitas perkeretaapian di Stasiun Manggarai secara masif dioptimalkan, untuk mendukung peningkatan pelayanan melalui penambahan frekuensi kereta jarak jauh dan kereta Commuter.

Terutama, dalam rangka peningkatan jumlah penumpang Commuter untuk target 1,5 juta per hari hingga Tahun 2020.

Saat ini, Stasiun Manggarai telah melayani pengoperasian KA Bandara, yang diresmikan oleh Menteri Perhubungan pada tanggal 5 Oktober 2019. Dari data yang ada, terdapat peningkatan jumlah pengguna jasa KA Bandara di Stasiun Manggarai ini. [KPJ]