Dark/Light Mode

Angka Pemakaman di DKI Naik Tajam di Bulan Maret, Karena Corona?

Minggu, 5 April 2020 20:58 WIB
Ilustrasi pemakaman di DKI Jakarta (Foto: Istimewa)
Ilustrasi pemakaman di DKI Jakarta (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Menurutnya, data yang dihimpun pemerintah pusat merupakan hasil dari tes polymerase chain reaction (PCR) yang akurat. Yurianto pun tak merespon, saat ditanya soal data pemakaman tersebut.

Protokol Covid-19

Pemprov DKI Jakarta menyebut, staf rumah sakit dan pihak terkait di Jakarta telah mengambil tindakan antisipasi terkait 438 jenazah suspect Covid-19 dalam rentang waktu 6 Maret sampai 2 April 2020.

Baca juga : Ribuan Peternak Ayam Terancam Gulung Tikar Gara-gara Corona

Dalam protokol tersebut, jenazah didisinfektasi dan dibungkus dalam plastik. Bukan kain kafan sebagaimana tradisi Islam, yang merupakan agama mayoritas di Indonesia.

Pemerintahan Indonesia kini sedang memerangi wabah Covid-19, dengan kebijakan pembatasan sosial (social distancing).

Sejauh ini, Jokowi enggan menjalankan kebijakan lockdown yang diadopsi di banyak negara, termasuk tetangga Indonesia. Alasannya, ingin melindungi orang miskin dari dislokasi ekonomi. Selain itu, sikap kurang disiplin masyarakat Indonesia dalam menjalani karantina, juga menjadi alasan lain.

Baca juga : Jokowi: Jangan Sampai TKI Kita Pulang Bawa Corona

Anies yang merupakan lawan politik Jokowi, bersikap lebih tegas. Dalam hal ini, ia telah mengumumkan status darurat bagi Jakarta, dan meliburkan aktivitas sekolah. Sejumlah kegiatan bisnis pun tutup.

Namun, upayanya menangguhkan perjalanan bus dari Jakarta ke kota-kota lainnya di Indonesia, sebagai langkah antisipasi meluasnya wabah Covid-19, ditolak pemerintah pusat.

Di tengah kekhawatiran bahwa ritual mudik Ramadhan/Lebaran berpotensi mendorong meluasnya wabah Corona, pemerintah Indonesia mengumumkan akan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada keluarga miskin untuk tinggal di Jakarta sebagai gantinya.

Baca juga : Organda DKI Bakal Stop Operasi Bus AKAP Cegah Corona

Namun, pemerintah enggan menyerukan larangan mudik, karena tak ingin menjalankan kebijakan yang tak manusiawi.

Wabah Covid-19 kini telah menyebar ke 32 provinsi di Indonesia, dari total 34. Dengan mayoritas kasus terdeteksi di Jakarta. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.