Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Indonesia-Australia Perkuat Kerja Sama Pembinaan Atlet Muda
- Persija Alihkan Fokus ke Persiapan Musim 2026/2027
- Pramono Siapkan 1.000 Mushaf Al-Quran Untuk Peringatan ke 500 Tahun Kota Jakarta
- KMP Putri Yasmin Terbakar di Perairan Sekotong, Tim SAR Evakuasi Penumpang
- Shin Tae-yong Fokus Benahi Fisik dan Taktik Persija
Pramona Akui Banyak Yang Nikmati Untung dari Sampah Jakarta
Rabu, 12 Agustus 2026 19:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan upaya pembenahan pengelolaan sampah di Jakarta tidak dapat dilakukan secara instan. Menurutnya, persoalan sampah telah melibatkan banyak pihak yang selama ini mendapatkan keuntungan dari praktik pengelolaannya.
"Untuk menangani persoalan sampah ini enggak bisa bimsalabim. Orang sudah banyak yang mendapatkan kenikmatan dari itu," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Baca juga : Pramono Minta Prabowo Resmikan LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai Bulan Ini
Pramono mengatakan dirinya menyadari kebijakan untuk membenahi pengelolaan sampah dapat menimbulkan berbagai respons. Bahkan, ia memprediksi akan ada pihak yang menyerangnya sebagai Gubernur DKI Jakarta.
"Pasti nanti banyak juga yang kemudian menyerang saya sebagai Gubernur, tapi saya enggak akan mundur untuk apa? Untuk pembenahan sampah di Jakarta. Dan ini untuk kebaikan kita bersama," ujarnya.
Baca juga : Pemprov DKI Buka Opsi Hilangkan Jalur Sepeda di Jakarta
Pramono mengatakan telah meminta jajaran
Pemprov DKI mengambil langkah tegas terkait TPS ilegal. Langkah itu meliputi pengumuman kepada publik, pemberian denda, hingga penutupan perusahaan jika tidak melakukan perbaikan.
"Yang pertama diumumkan, yang kedua didenda. Yang ketiga, PT-nya yang selama ini mendapatkan keuntungan dari horeka-horeka yang ada, kalau dia tidak bisa memperbaiki, tutup," ujarnya.
Baca juga : Pramono Siapkan Hujan Buatan Usai AC Milan dan Chelsea Menyorot Polusi Jakarta
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menyinggung pemberitaan mengenai persoalan sampah dan merespons soal adanya wartawan yang mengaku mendapat intimidasi saat meliput tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal di Cilincing, Jakarta Utara.
"Kalau memang mau ke sana perlu didampingi sama Satpol PP atau aparat penegak hukum, kami akan lakukan pendampingan," imbuhnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya