Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Khawatir Timbul Gelombang Baru Kasus Postif Corona
DKI Jakarta Belum Siap Masuk The New Normal
Selasa, 2 Juni 2020 07:54 WIB
Sebelumnya
Angkutan Umum Kewalahan
Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai, permasalahan mendasar bukan pada pemberlakukan protokol kesehatan seperti cek suhu tubuh, hand sanitizier, masker, termasuk physical distancing. Tapi kemampuan kapasitas angkutan umum yang belum menjamin terlaksananya physical distancing, terutama pada jam sibuk.
Djoko ragu dengan kapasitas Transjakarta, MRT maupun KRL Jabodetabek atau Commuter Line. Transportasi umum itu bakal kewalahan menerapkan physical distancing. Dipastikan kapasitas angkutan umum di Jabodetabek tidak dapat menjamin aturan physical distancing. Kalau semua normal lagi, masuk ke kantor lagi. Sekarang saja banyak yang masih work from home, kerap terjadi penum pukan,” kata Djoko dalam keterangannya kepada Rakyat Merdeka.
Baca juga : Relawan Jokowi Dukung Langkah Pemerintah Terapkan The New Normal
Menurutnya, sulit untuk menambah kapasitas angkutan umum secara signifikan pada jam-jam sibuk. Sementara untuk pengalihan penumpang ke bus, harus dipastikan besaran tarif sesuai KRL. “Subsidi siapa yang beri. Waktu tempuh pun tak bisa dipas tikan,’’ ujar Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat ini.
Solusinya, lanjut Djoko, setiap perusahaan menyediakan kebutuhan angkutan untuk para karyawannya agar terjamin protokol kesehatan, terutama soal aturan physical distancing. Bisa bekerja sama dengan transportasi umum dapat membantu bisnis perusahaan transportasi umum yang lagi anjlok.
Harus Disiplin
Baca juga : Kadin dan DPR Bahas Kesiapan Dunia Usaha Masuki New Normal
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut, ada sejumlah persyaratan yang wajib dipenuhi sebelum penerapan The New Normal. Pertama, angka R-naught di wilayah pandemi harus di bawah 1.
“Jakarta sudah 0,98, kita berharap turun lagi,” ucap Riza di Asrama Mahasiswa Papua di Jakarta di Ciganjur, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.
Kedua, penurunan kurva, baik pasien positif, pasien meninggal dunia, pasien dalam pengawasan (PDP), maupun orang dalam pemantauan (ODP). Apabila semua kurva itu menunjukkan penurunan, wilayah tersebut dapat melaksanakan The New Normal.
Baca juga : Kemendagri Bakal Gelar Lomba Inovasi Daerah Sambut New Normal
Ketiga, dukungan sarana dan prasarana menunjang tatanan The New Normal. Keempat, sumber daya manusia (SDM) baik itu dokter, perawatan, dan semua stakeholder yang ada.
Namun, kata Riza, yang paling penting adalah kedisiplinan masyarakat, seperti memakai masker saat beraktivitas di luar rumah dan menjaga jarak. Sebab itu,dia meminta masyarakat bersabar tak ke luar rumah kecuali kepentingan logistik. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya