Dark/Light Mode

Khawatir Timbul Gelombang Baru Kasus Postif Corona

DKI Jakarta Belum Siap Masuk The New Normal

Selasa, 2 Juni 2020 07:54 WIB
Suasana Jalan Jenderal Gatot Subroto pada Kamis (28/5) di masa PSBB. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)
Suasana Jalan Jenderal Gatot Subroto pada Kamis (28/5) di masa PSBB. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)

 Sebelumnya 
Di area toko swalayan dan pasar, wajib ada tempat cuci tangan, sabun, dan hand sanitizer. Pengelola pasar dan toko swalayan juga diimbau menjaga kebersihan lapak atau kios, sarana umum di lingkungan pasar seperti toilet, tempat parkir, tempat pembuangan sampah, sebelum dan sesudah aktivitas perdagangan. Serta melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala, dua hari sekali.

Kewajiban lainnya, bagi para pedagang di era The New Normal adalah menggunakan masker, face shield, dan sarung tangan selama beraktivitas. Selain itu, kegiatan pasar hanya diperbolehkan pukul 06.00 hingga 11.00. Pedagang yang boleh berjualan yang suhu tubuhnya di bawah 37,3 derajat celcius. Pemeriksaan suhu tubuh dilakukan sebelum pasar rakyat dibuka. Pedagang maupun pembeli yang lagi batuk atau flu dilarang masuk area pasar rakyat.

Baca juga : Relawan Jokowi Dukung Langkah Pemerintah Terapkan The New Normal

Kewajiban lainnya, pedagang harus punya hasil tes negatif Covid-19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) ataupun rapid test.

Warga Ragu

Baca juga : Kadin dan DPR Bahas Kesiapan Dunia Usaha Masuki New Normal

Melihat berbagai pembatasan dan aturan dari Menteri Perdagangan, sangat mustahil bisa diterapkan di pasar tradisional di Jakarta.

Misalnya di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, boro-boro pakai face shield, di pasar ini menemukan pedagang yang pakai masker, apalagi sarung tangan saja sudah beruntung. “Aduh ribet ya. Pakai masker saja sering dicopot. Apalagi harus pakai penutup muka,” kata Heru, salah seorang pedagang buah yang menggelar lapak buahnya di bahu jalan Pasar Kebayoran Lama.

Baca juga : Kemendagri Bakal Gelar Lomba Inovasi Daerah Sambut New Normal

Belum lagi soal jaga jarak dan jam operasional. Bisa dikatakan, tak ada jarak saat pasar lagi ramai. Apalagi saat pedagang sayur dan buah mulai buka saat dini hari menjelang pagi. Ditambah banyaknya angkot yang ngetem di sekitar pasar. Perlu diketahui, kondisi serupa di Pasar Kebayoran Lama juga berlangsung hampir di seluruh pasar tradisional di Jakarta.

“Bagus sih kalau diterapkan. Tapi kalau beneran sesuai aturan, banyak pasar rakyat yang dibongkar. Coba saja ke toilet atau fasilitas umum lain, kumuh. Lapak satu dengan yang lain itu nempelnempel, gimana jaga jarak,” ujar Taufan. Dia ragu dan pesimistis The New Normal bisa diterapkan di Jakarta dalam waktu dekat ini.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.