Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jika Semuanya Sudah Dan Mau Dibuka
Warga Bingung, Buat Apa PSBB Pake Diperpanjang
Minggu, 7 Juni 2020 06:46 WIB
Sebelumnya
Sementara Edhy, warga Lebak Bulus, Jakarta Selatan, mengapresiasi penerapan protokol kesehatan di rumah ibadah, khususnya masjid. Sebagian besar umat mematuhi aturan. Sudah sejak PSBB tahap awal hingga kini hampir sulit menemukan kegiatan rutin Shalat Jumat di masjid.
Selama Ramadhan saja, hanya sedikit rumah ibadah yang menjalankan tarawih berjamaah di Jakarta. “Cuma kegiatan ibadah ini yang paling kerasa. Sudah tiga bulan nggak Jumatan. Semoga setelah dibuka, tetap menjalankan protokol kesehatan,” pintanya.
Edhy menilai, banyaknya pelanggaran saat PSBB karena tak tegasnya penegakan aturan. Padahal, DKI punya petugas Satpol PP di setiap Kecamatan. “Bahkan ada polsek dan koramil. Harusnya mereka bekerja ekstra keras sejak awalawal. Misalnya, ada jam kerja untuk memantau kegiatan masyarakat dengan ketat. Muterin jalan jalan di Jakarta. Tangkepin yang melanggar PSBB. Bukan jaga di pos pantau aja,” tandas Edhy.
Baca juga : Penghentian Operasi Layanan Bus AKAP Diperpanjang
Gencarkan Sosialisasi Aturan
Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah menilai perpanjangan PSBB dihadapkan pada keharusan warga untuk tetap berusaha mencari penghasilan demi menopang kebutuhan ekonomi. Makanya, ketaatan masyarakat dalam mengikuti aturan harus ditingkatkan. “Pelonggaran PSBB atau disebut PSBB transisi, harus dilakukan dengan penegakan hukum yang gencar. Satu bulan transisi ini harus lebih ketat,” sarannya.
Sedangkan Pengamat Sosial Tubagus Haryo Karbianto mengatakan, apapun kebijakannya harus ada keterbukaan informasi ke pada publik. Sosialisasi kudu gencar ke warga yang tinggal di perkampungan. Soalnya, berdasar pengamatannya, banyak warga yang tak tahu kebijakan PSBB tahap pertama sampai tahap ketiga lalu.
Baca juga : Tak Punya Surat Izin, Jangan Harap Bisa Keluar Masuk Jakarta
“Lihat saja, banyak kampung diportal. Tapi kerumunan masih tetap. Warung masih buka, melayani pelanggan di tempat dan sebagainya. Seolah tak ada PSBB. Ini karena informasi tak sampai dengan jelas,” sebutnya.
Tak kalah penting, lanjut Tubagus, seluruh protokol kesehatan pada PSBB transisi ini harus dipastikan dilaksanakan dengan baik. Jika tidak, angka yang sudah menurun, bisa meningkat kembali terpapar virus corona.
“Sisi baiknya, secara komunikasi, PSBB dinyatakan tidak berhenti. Artinya minimal masih ada upaya minimal warga untuk pakai masker, dan pola hidup sehat. Aturan-aturan itu harus dikomunikasikan dengan gencar,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya