Dark/Light Mode

Pemprov DKI Perlu Siapkan Antisipasi

Pasien Corona Naik Terus, Bed Isolasi Makin Menipis

Kamis, 10 September 2020 06:21 WIB
Ilustrasi dokter sedang memeriksa ruang isolasi di sebuah rumah sakit rujukan pasien Covid-19. (Foto : Antara)
Ilustrasi dokter sedang memeriksa ruang isolasi di sebuah rumah sakit rujukan pasien Covid-19. (Foto : Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam seminggu terakhir, jumlah pasien Covid-19 naik signifikan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta perlu menyiapkan antisipasi seiring menipisnya bed isolasi dan Intensive Care Unit (ICU) di rumah sakit.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta disebutkan, hingga 6 September 2020, okupansi tempat tidur ICU untuk pasien Corona sudah mencapai 83 persen. Saat ini, ada 67 rumah sakit rujukan Corona di Jakarta.

Jumlah ICU yang disiapkan mencapai 483 tempat tidur. Artinya, ICU yang tersisa saat ini hanya 82 bed. Sedangkan kapasitas tempat tidur untuk isolasi di rumah sakit rujukan Jakarta terisi naik menjadi 77 persen.

Baca juga : Dizalimi, Puan Maharani Bakal Makin Terangkat

Artinya, dari ketersediaannya sebanyak 4.456 tempat tidur, yang tersedia saat ini tinggal 1.024 bed. Ketua Satuan Tugas (Satgas) Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban mengakui,sudah banyak rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Jakarta dan daerah lainnya yang penuh.

Saat ini, sejumlah rumah sakit tidak lagi dengan cepat dan mudah menerima pasien Covid-19 karena over kapasitas. Dia mengingatkan, harus ada tindakan cepat dan segera. Jika tidak diatasi, maka dipastikan dalam waktu satu atau dua bulan ke depan, situasi bisa berubah menjadi lebih buruk.

“Sebab itulah, perlu diantisipasi. Jika nanti tidak ada tempat sama sekali, pasien bisa telantar begitu saja. Kondisi sekarang tak boleh dibiarkan seperti ini terus,” ingatnya.

Baca juga : Tanpa Harus Swab Test, Kontak Erat Wajib Isolasi Mandiri Selama 14 Hari

Zubairi menyampaikan, hal- hal yang perlu disiapkan sebagai antisipasi. Antara lain, menambah jumlah dokter. Saat ini sudah ada relawan 1.000 dokter dan tenaga kesehatan. Mereka bisa diperbantukan untuk 67 rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta. Selain itu, menambah rumah sakit khusus Covid-19.

Dan, meningkatkan tes Covid-19 harus lebih masif. Berdasarkan data dari corona. jakarta.go.id, hingga Selasa (8/9), jumlah pasien Corona yang dirawat mencapai 4.432 orang. Kemarin, yang terpapar Corona sebanyak 1.015 orang. Totalnya menjadi 48.811 orang. Sebanyak 36.451 orang dinyatakan telah sembuh dengan tingkat kesembuhan 74,7 persen.

Kemudian, 1.330 orang meninggal dengan tingkat kematian 2,7 persen. Sedangkan kasus aktif Covid-19 di Ibu Kota adalah 11.030 orang. Artinya mereka masih menjalani perawatan atau isolasi. Kenaikan kasus harian di Jakarta ini memang sejalan dengan masifnya swab test dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) yang mencapai 66.213 orang per 1 juta penduduk.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :