Dark/Light Mode

Banjir Sudah Sampai Bekasi

Anies Siap Siaga

Senin, 25 Januari 2021 07:35 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) dan Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria (kanan). (Foto: Facebook)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) dan Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria (kanan). (Foto: Facebook)

 Sebelumnya 
“Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta telah menyediakan pompa stasioner sebanyak 487 Unit di 178 lokasi rumah pompa,” kata Anies, melalui Instagram @aniesbaswedan.

Ratusan pompa itu masih akan bertambah. Sebab, Anies memastikan pompa air di rumah-rumah pompa lainnya tetap beroperasi. Misalnya, di rumah pompa Pluit yang berlokasi di Jalan Muara Baru Ujung Gedung Pompa, Penjaringan, Jakarta Utara. Rumah pompa ini memang beroperasi untuk pengendalian banjir di hilir sungai yang ada di Jakarta Utara.

Anies menyebut, rumah pompa ini merupakan salah satu sistem pengendalian air yang cukup penting di Jakarta. “Saat ini, terdapat 10 unit pompa dan 6 unit genset dengan jumlah operator sebanyak 38 personil,” ungkap eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini.

Baca juga : Susi Mulai Berani Nyentil Jokowi

Selain itu, dia juga mengunggah sebuah tautan bernama aplikasi JAKI untuk mengetahui kondisi banjir di wilayah Jakarta. Anies mengimbau kepada warga Jakarta yang menemukan genangan air melaporkan kejadian tersebut.

“Saat ini Jakarta sedang dirundung hujan. Bagi kamu yang menemukan genangan, kamu bisa segera lapor melalui fitur JakLapor di aplikasi JAKI. Tetap jaga diri dan siaga bersama JAKI. Unduh Aplikasi JAKI melalui Google Play (bit.ly/appsjaki) dan App Store (bit.ly/appsjakiios),” pesannya, melalui akun facebook miliknya, kemarin.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, cuaca ekstrim masih akan melanda Indonesia hingga Februari. Akibatnya, potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, bisa kapan saja datang.

Baca juga : Jangan Sampai Termakan Hoaks, Ini Akun Resmi Medsos Covid-19

Kepala BMKG, Prof Dwikorita Karnawati mengatakan, terjadi peningkatan curah hujan bulanan mencapai 300-500 mm. Ini setara dengan peningkatan curah hujan 40-80 persen dari normalnya. Saat ini, sebagian besar wilayah Indonesia atau 94 persen dari 342 Zona Musim sudah memasuki puncak musim hujan.

Sebagian besar wilayah yang berada pada puncak musim hujan tersebut terutama sebagian Sumatera bagian Selatan, sebagian besar Jawa, sebagian Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat dan bagian selatan Papua.

“Sejak Oktober 2020, BMKG memberikan peringatan dini potensi terjadinya kondisi ekstrim. Terkait cuaca akibat berbagai fenomena yang dikhawatirkan akan terjadi bersamaan dengan musim hujan,” terangnya dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu (23/1). [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.