Dark/Light Mode

Yang Sudah Ada Aja Nggak Kepake Maksimal

Bikin Jalur Sepeda Bukan Buat Pajangan Di Medsos

Senin, 8 Februari 2021 06:05 WIB
Pesepeda melintas di Jalan Sudirman, Kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, kemarin. Rencananya, Dinas Perhubungan DKDKI Jakarta akan membuat jalur sepeda permanen di sepanjang Jalan Sudirman-MHMH Thamrin pada Februari-Maret 2021. Pembangunan jalur sepanjang 11,2 kilometer dan lebar 2 meter dengan pagar pelindung ini, untuk menjadikan sepeda sebagai alternatif transportasi dalam perjalanan. (Foto: Tedy Kroen/RM)
Pesepeda melintas di Jalan Sudirman, Kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, kemarin. Rencananya, Dinas Perhubungan DKDKI Jakarta akan membuat jalur sepeda permanen di sepanjang Jalan Sudirman-MHMH Thamrin pada Februari-Maret 2021. Pembangunan jalur sepanjang 11,2 kilometer dan lebar 2 meter dengan pagar pelindung ini, untuk menjadikan sepeda sebagai alternatif transportasi dalam perjalanan. (Foto: Tedy Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal membangun jalur sepeda permanen di ruas Jalan Sudirman-Thamrin. Rencana ini sebagai respons meningkatnya jumlah pesepeda di Ibu Kota.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo menyampaikan, eksekusi program ini direncanakan Februari hingga Maret 2021. Pembangunan jalur sepeda permanen bertujuan untuk menjadikan sepeda sebagai moda transportasi pilihan masyarakat Jakarta.

Konstruksi jalur tersebut juga diharapkan membuat warga memilih sepeda sebagai alternatif dalam perjalanan first mile and last mile. Ini untuk menunjang kebijakan transportasi yang berorientasi transit.

“Jalur sepeda diharapkan memberi rasa aman dan nyaman bagi pesepeda, serta mewujudkan Jakarta sebagai kota yang humanis, lestari dan ramah lingkungan,” kata Syafrin dalam siaran pers resmi Pemprov DKI Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : Anies Siap Siaga

Nantinya, akan ada beberapa fasilitas bagi pesepeda di sepanjang 11,2 kilometer dengan lebar jalur dua meter. Fasilitas tersebut seperti wayfinding, pijakan kaki di simpang dalam lintasan jalur sepeda, dan rest area berupa bike rack pada trotoar.

Selain itu, jalur sepeda akan terlindungi planter box atau menggunakan pot tanaman, dengan bentuk seperti rantai yang saling terkait.

Dalam pembangunan jalur sepeda permanen ini, dilakukan pula pembangunan prasasti sebagai bicycle artwork, berisi ornamen yang menjadi landmark Jakarta dan sepeda. Terletak di trotoar atau jalur pejalan kaki.

Untuk diketahui, jalur sepeda permanen itu juga akan terintegrasi dengan fasilitas layanan angkutan umum massal. Antara lain, 9 halte bus Transjakarta, 6 stasiun MRT Jakarta, 1 Stasiun Kereta Commuter Line, 1 stasiun Kereta Bandara (Railink) dan 1 Stasiun LRT Jabodebek.

Baca Juga : Yuk, Kinerja Dan Anggaran Posko Covid-19 Desa Diawasi

“Kami mohon partisipasi dan dukungan seluruh stakeholder di lingkungan Pemprov Jakarta beserta masyarakat, agar turut mengampanyekan program Jakarta Ramah Bersepeda. Tentunya dengan mensukseskan pembangunan jalur sepeda permanen di ruas Jalan Sudirman–MH Thamrin,” harap Syafrin.

Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga heran dengan rencana ini. Sebab, jalur sepeda yang ada saja belum maksimal. Terutama di luar Sudirman-Thamrin. Dia menyarankan, Pemprov DKI mengevaluasi penggunaan seluruh jalur sepeda.

“Apakah sudah berfungsi baik? Banyak dilalui pesepeda atau sepi, atau malah tidak ada yang lewat,” tanya Nirwono kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Diketahui, jalur sepeda yang telah dibangun di Jakarta sepanjang 63 kilometer. Berdasarkan pantauan Rakyat Merdeka, jalur sepeda di berbagai sudut dan ruas jalan memang belum maksimal.

Baca Juga : Greysia Polii, Punya Banyak Teman

Jalur sepeda belum berhasil menarik warga DKI untuk beralih ke sepeda sebagai alat transportasi jarak dekat dalam kota. Jalur itu banyak diambil alih untuk parkir mobil atau motor, dan dilalui oleh kendaraan lain di luar sepeda.
 Selanjutnya