Dark/Light Mode

Kunjungan Ke Tempat Wisata Membludak

Warga Jabodetabek Cuek Ancaman Corona Inggris

Sabtu, 13 Maret 2021 08:03 WIB
Ilustrasi Dunia Fantasi Ancol, Jakarta. (Foto: Putu Wahyu Rsma/Rakyat Merdeka)
Ilustrasi Dunia Fantasi Ancol, Jakarta. (Foto: Putu Wahyu Rsma/Rakyat Merdeka)

 Sebelumnya 
Penularan Masih Terjadi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengumumkan penambahan 1.754 kasus Covid 19 di jakarta pada Kamis (11/3).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan, jumlah tersebut diperoleh dari hasil tes PCR terhadap 13.016 orang. “Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 300.202. jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 72.546,” kata Dwi.

Baca juga : 153 Ribu Mobil Keluar Jabodetabek Jelang Libur Isra Miraj

Dengan penambahan kasus itu, maka total kasus Covid-19 di Ibu Kota menjadi 355.869 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 342.306 orang dinyatakan telah sembuh dengan tingkat kesem buhan 96,2 persen.

Sementara itu, 5.943 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,7 persen. adapun jumlah kasus aktif di Jakarta naik 826 kasus sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 7.620 orang yang masih dirawat atau diisolasi.

Dwi menambahkan, positivity rate atau persentase kasus positif selama sepekan terakhir di Jakarta sebesar 13,9 persen. Sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,1 persen. Padahal, organisasi kesehatan dunia (WhO) telah menetapkan standar persentase kasus positif Covid-19 tidak lebih dari 5 persen.

Baca juga : Warga Hong Kong Bisa Jadi Warga Negara Inggris

Untuk diketahui, ancaman penularan Corona masih tinggi. apalagi, mutasi virus Covid 19 B117, telah ditemukan di empat provinsi di Indonesia, ter masuk DKI Jakarta.

Varian baru ini lebih gampang menular. Virus ini pertama kali terdeteksi di Inggris pada November tahun lalu, dan kini tercatat sudah menyebar ke 76 negara lain di dunia. Orang yang terinfeksi varian baru ini memiliki risiko kematian lebih tinggi.

Sebuah analisis dari Skotlan dia menunjukkan, kemungkinan orang yang terinfeksi B117 un tuk berakhir di rumah sakit 65 persen lebih tinggi ketimbang orang yang terinfeksi varian sebelumnya. Sedangkan untuk kemungkinan berakhir men inggal dunia adalah 37 persen lebih tinggi.

Baca juga : Wisma Atlet Mau Tambah 400 Perawat

Adapun, gejala dari infeksi virus ini adalah demam, batuk, sulit bernafas, menurun nya fungsi indera pengecap dan penciuman, dan keluhan pada saluran pencernaan.

Lothar Wieler, Kepala Robert Koch Institute (KRI) untuk penyakit menular di Jerman menyebut, tingkat reproduksi (R) dari virus Corona varian B117 ini 0.5 kali lebih tinggi dari varian virus Corona normal. Wieler menambahkan, mutasi B117 ini adalah yang paling banyak menyebar saat ini di jerman. “Setidaknya virus ini sudah terdeteksi di 13 dari 16 negara bagian di Jerrman,” jelasnya. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.