Dewan Pers

Dark/Light Mode

Cegah Peziarah Kubur, Penjagaan TPU Di Jakarta Diperketat

Sabtu, 15 Mei 2021 13:29 WIB
Apel penjagaan TPU di Jakarta. (Foto: Berita Jakarta)
Apel penjagaan TPU di Jakarta. (Foto: Berita Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta memperketat penjagaan sejumlah Taman Pemakaman Umum (TPU). Hal ini dilakukan untuk mendukung kebijakan peniadaan sementara waktu ziarah kubur dalam periode 12-16 Mei 2021 untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang ditetapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Ivan Murcahyo mengatakan, pengetatan dengan penambahan petugas dilakukan di 14 TPU besar di Jakarta. Yaitu TPU Menteng Pulo, TPU Penggilingan, TPU Tegal Alur, TPU Pondok Ranggon, TPU Karet Bivak, TPU Tanah Kusir, TPU Srengseng Sawah, TPU Semper, TPU Karet Pasar Baru Barat, TPU Joglo, TPU Kampung Kandang, TPU Pondok Kelapa, TPU Utan Kayu, dan TPU Kawi-kawi.

Berita Terkait : Jelang Lebaran, Pengawasan Prokes Pulau Pramuka Diperketat

"Ada 82 TPU yang dikelola Pemprov DKI Jakarta. Empat belas TPU kita pertebal pengamanannya karena berkategori TPU besar dan biasa ramai peziarah setiap Hari Raya Idulfitri dari tahun ke tahun. Pengamanan dipertebal oleh pihak Kepolisian dan Satpol PP. Kami harap kondisi TPU tanpa peziarah bisa terus terjaga sampai 16 Mei 2021," ujarnya, Sabtu (15/5), seperti dikutip Berita Jakarta.

Ivan menambahkan, pihaknya telah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan aparat kewilayahan agar peniadaan aktivitas ziarah ini bisa efektif di lapangan dan tanpa ada kesalahpahaman. "Penutupan hanya untuk aktivitas ziarah. Sedangkan proses pemakaman masih berjalan seperti biasa," terangnya.

Berita Terkait : Masih Banyak Pemudik Nekat, Penjagaan Harus Lebih Ketat

Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta juga mengapresiasi dukungan masyarakat untuk tidak berziarah sementara waktu ini untuk menghindari terjadinya kerumunan. Dia mengklaim, sebagian besar masyarakat memahami larangan ini.

"Hampir seluruh masyarakat bisa memahami larangan ziarah makam mulai 13 Mei. Situasi di Pemakaman Penggilingan Layur dan Pemakaman Tegal Alur pada hari kedua Lebaran terlihat tidak ada peziarah," terangnya. 

Berita Terkait : Penjagaan Pelabuhan Diperketat

Setelah 16 Mei nanti, masyarakat diperbolehkan kembali untuk ziarah kubur. Namun, penjagaan masih akan diperketat. Hal ini untuk memastikan tidak terjadi kerumunan saat ziarah makam sudah diperbolehkan. "Pengamanan masih perlu kita perketat dengan melibatkan unsur TNI/Polri dan Satpol PP. Kami harap warga bisa memahami kebijakan ini diberlakukan untuk kepentingan bersama yang lebih luas," tandasnya. [USU]