Dark/Light Mode

Kasus Corona Di Jakarta Menggila

Orangtua Legowo Belajar Tatap Muka Di DKI Ditunda

Sabtu, 19 Juni 2021 06:50 WIB
Pelajar Sekolah Dasar kelas 5 menjalani ujian penilaian akhir tahun secara tatap muka di Sekolah Dasar Negeri 07 Pagi Malaka Jaya, Jakarta Timur, Rabu (9/6/2021). (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Pelajar Sekolah Dasar kelas 5 menjalani ujian penilaian akhir tahun secara tatap muka di Sekolah Dasar Negeri 07 Pagi Malaka Jaya, Jakarta Timur, Rabu (9/6/2021). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

 Sebelumnya 
Sekretaris Komisi E DPRD DKI Johnny Simanjuntak mengapresiasi Pemprov DKI menunda PTM. Sebab, kasus Corona terus meningkat. Apalagi, ada adanya varian baru yang cepat menyebar. Dia yakin orangtua siswa akan memahami keputusan Pemprov DKI.

“Tunggu sampai melandai dulu, evaluasi, baru uji coba tatap muka kembali. Prinsipnya keselamatan siswa, guru, dan warga pada umumnya jadi pertimbangan utama kebijakan Pemprov DKI Jakarta,” tegasnya.

Pendapat serupa dilontarkan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani. Menurutnya, kondisi saat ini tak bisa dipaksakan untuk menggelar PTM. “Sebenarnya masyarakat, ibu-ibu, sudah semangat mau sekolah dibuka. Tapi, tentu kita mengerti kondisi, sekarang lagi naik, apalagi ada varian baru,” kata Zita di DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Baca juga : Kasus Corona Melonjak, KPK Tutup Kunjungan Tatap Muka Bagi Tahanan

Zita menegaskan, keputusan pembukaan sekolah harus melihat perkembangan kasus penularan virus Corona di Jakarta. Meski demikian, dia optimistis Corona segera melandai asal warga mematuhi Prokes dan aturan PPKM Mikro.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Ja­karta Dwi Oktavia mengatakan, jumlah penambahan kasus di Ibu Kota sebanyak 4.144, cukup mengkawatirkan. Angka ini mendekati angka tertinggi pada Februari lalu.

“Jumlah kasus terkonfirmasi 4.144, secara total di Jakarta sudah 458.815 kasus. Jika kita kilas balik, kasus hari ini mendekati angka tertinggi yang pernah terjadi pada 7 Februari 2021, yang mana mencapai 4.213 kasus dalam sehari,” kata Dwi.

Baca juga : Corona Menggila, Sekolah Tatap Muka Di DKI Tunggu Situasi Terkendali

Seperti diketahui, kasus Covid-19 di Jakarta naik signifikan selama dua pekan terakhir. Per 6 Juni, bertambah 1.019 kasus, 7 Juni 1.197 kasus, 8 Juni 755 kasus, 9 Juni 1.376, 10 Juni 2.091 kasus, 11 Juni 2.293 kasus, 12 Juni 2.455 kasus, 13 Juni 2.769, 14 Juni 2.722 kasus, 15 Juni 1.502, 16 Juni 2.376, dan 17 Juni hampir dua kali lipat 4.144 kasus.

Yang lebih gawat, ada kenaikan kasus positif Covid-19 pada anak di Ibu Kota Jakarta. Per Kamis (17/6), terdapat 661 anak di bawah usia 18 tahun yang terjangkit Covid-19. “Tren kasus positif aktif pada anak di bawah usia 18 tahun meningkat. Dari 4.144 kasus positif hari ini, 661 kasus (16 persen) adalah anak usia 0-18 tahun. Dari 661, sebanya 144 kasus di antaranya adalah balita. Hindari keluar rumah membawa anak di bawah umur,” imbaunya.

Sementara berdasarkan wilayah, Kepulauan Seribu mencatatkan penambahan 5 kasus, Jakarta Barat 824 kasus, Jakarta Pusat 490 kasus, Jakarta Selatan 932 kasus, Jakarta Timur 1.370 kasus, dan Jakarta Utara 523 kasus. Sementara kecamatan dengan jumlah kasus terbanyak antara lain Cengkareng 205 kasus, Duren Sawit 189 kasus, Cipayung 177 kasus, dan Jagakarsa 172 kasus. Untuk jumlah kasus aktif di Jakarta hari ini sebanyak 2.300 kasus. Total kasus aktif sampai hari ini sebanyak 22.611 orang yang masih dirawat atau diisolasi. Sebanyak 25 persen di antaranya orang tanpa gejala, 35 persen bergejala ringan, 30 persen bergejala sedang, serta 10 persen bergejala berat dan kritis. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.