Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jakarta Ultah Ke-494
Ibu Kota Kini Lebih Cepat Gelap Gulita
Rabu, 23 Juni 2021 07:55 WIB
Sebelumnya
Di Cikini misalnya, jalanan tampak kosong melompong. Tak ada mobil yang lalu lalang. Benar-benar seperti kota mati kalau tak ada petugas yang berjaga di ujung jalan.
Warganet ikut melaporkan keadaan Jakarta yang mulai sepi dibanding sebelumnya. Seperti diungkap Darmaningtyas yang naik TransJakarta ke Tanjung Priok-Marunda-Muara Baru.
“Kulihat kondisi lalin Jakarta yang sepi, seperti hari Minggu saja. Tapi di sisi lain saya lihat banyak warga tidak mengenakan masker,” kicaunya, di akun @Darmaningtyas. Akun @chanel_608 merasakan perbedaan yang signifikan di jalanan Jakarta. “Habis putar-putar Jakarta. Sepanjang jalan agak sepi,” cuitnya, tadi malam.
Baca juga : Rayakan Ultah Ke-19, PKS Doakan Indonesia Keluar Dari Kesulitan
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo berkeliling untuk memastikan efektifitas penyekatan, kemarin. Salah satu jalan yang ia sidak adalah Jalan Asia Afrika, Senayan. Ia mengklaim, setelah dilakukan penyekatan, tidak lagi ada kerumunan atau orang nongkrong di jalanan.
Sambodo mengatakan, penyekatan tersebut untuk membatasi mobilitas masyarakat karena tingginya kasus Corona di Ibu Kota. Dia pun mengklaim, penutupan 10 ruas jalan itu tidak mendapatkan penolakan dari masyarakat.
“Penghuni bisa melintas, layanan kesehatan, rekan ojol misalnya mau mengantar barang atau makanan masih bisa diperbolehkan,” kata Sambodo, di lokasi, kemarin.
Baca juga : Demi Ketahanan Energi, Erick: Kompor Dan Mobil Lebih Hemat Pakai Listrik
Penyekatan akan dilakukan sampai situasi dirasakan sudah cukup membaik. “Kalau sudah kondusif, kami akan berhentikan pembatasan dan bisa saja kemudian pindah ke kawasan lainnya,” ujarnya.
Namun bagi Wahyu, tukang ojek online yang biasa mangkal di sekitaran Cikini, penyekatan itu mulai terasa dampaknya. “Orderan jadi makin sepi,” ungkap Wahyu, tadi malam.
Penyebaran Covid-19 di Jakarta memang sangat mengkhawatirkan. Kasus aktif harian terus mencetakkan rekor terbarunya. Akibatnya, banyak rumah sakit yang kewalahan menghadapi antrean pasien yang berstatus positif Corona.
Baca juga : TransJakarta Launching Tiga Layanan Terbaru
Dalam sejumlah kesempatan, Anies Baswedan berkali-kali meminta warganya untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Ia mengingatkan jangan pernah mengaitkan kenaikan angka kasus positif Covid-19 di Jakarta dengan angka statistik.
“Ketika kita menyebutkan jumlah kasus jangan dibayangkan ini seperti angka statistik begitu saja. Ini adalah saudara kita, ini adalah warga kita. Setiap 1 angka disebut itu adalah 1 nyawa, itu anak, itu adalah ayah, ibu, kakak, adik kita semua,” kata Anies, kemarin.
Anies menambahkan, saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menambah 140 rumah sakit yang sebelumnya berjumlah 106 unit. Dengan penambahan, kapastitas tempat tidur makin banyak. Bertambah 8.524 tempat tidur dan 1.186 ruang ICU. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya