Dark/Light Mode

Pemerintah Kerja Keras Turunkan Kasus Covid-19

Pemda Lamban Testing Dan Lelet Vaksinasi, Apa Perlu Disanksi?

Jumat, 30 Juli 2021 05:04 WIB
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmidzi. (Foto : Tangkapan layar youtube Lawan Covid19 ID).
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmidzi. (Foto : Tangkapan layar youtube Lawan Covid19 ID).

RM.id  Rakyat Merdeka - Hasil evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) per Rabu (28/7), kasus Covid-19 nasional turun 17 persen dan pemeriksaan (test­ing) terus meningkat. Bahkan, 30 provinsi telah mencapai standar testing Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmidzi men­gatakan, pada masa awal pemberlakuan PPKM Darurat, hanya 14 dari 34 provinsi yang telah memenuhi standar testing WHO. Kemudian, pada 25 Juli meningkat 30 dari 34 provinsi sudah mencapai standar testing WHO.

Nadia membeberkan, lima besar provinsi yang telah melakukan testing dengan stan­dar WHO dan tertinggi, yakni DKI Jakarta, Yogyakarta, Bali, Kepulauan Riau dan Kalimantan Utara.

Berita Terkait : Siapkan Diri Dengan Vaksinasi, Jalani Prokes Dan Jaga Perilaku

“Ini tentunya penting untuk dapat menilai pos­itivity rate dengan benar,” ungkap Nadia.

Menurutnya, secara nasional testing rate sudah bergerak dari angka 2,52 per seribu penduduk, menjadi 4,03 per seribu penduduk pada 25 Juli. Sementara, positivity rate secara nasional berada di kisaran 26,4 persen, den­gan rentang antara 18-72 persen.

“Artinya, kita masih harus bekerja keras untuk menurunkan transmisi Covid-19,” ujarnya.

Berita Terkait : Gengs, Bansos Sudah Dibagikan, Pemerintah Peduli Saat Pandemi

Secara nasional, lanjut Nadia, terdapat penu­runan kasus Covid-19 sebanyak 17 persen. Sayangnya, itu berbanding terbalik dengan angka kematian yang meningkat 36 persen.

“Ini akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam menentukan upaya perbaikan untuk menyelamatkan setiap pasien yang ada di rumah sakit, maupun yang saat ini menjalani isolasi mandiri dan isolasi terpusat,” tuturnya.

Ada pun keterisian tempat tidur Covid-19 secara keseluruhan mengalami penurunan. Terutama di sejumlah provinsi di Jawa, yakni DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur dan Yogyakarta.

Berita Terkait : Ingat! Jangan Lengah, Taat Prokes Dan Mau Divaksin

“Itu sejalan juga dengan upaya penamba­han kapasitas rumah sakit dan tempat isolasi di berbagai daerah,” pungkas Nadia.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dan Duta Perubahan Perilaku Reisa Broto Asmoro mengatakan, pemerintah berkomitmen meningkatkan testing. Dari yang saat ini berkisar hampir 200 ribuan meningkat menjadi sekitar 400 ribu per hari.
 Selanjutnya