Dark/Light Mode

Survei Jakarta Research Center (JRC)

PDI Perjuangan-PSI Unggul di DKI, Interpelasi Selangkah Lagi

Sabtu, 18 September 2021 17:03 WIB
Hasil survei Jakarta Research Center (JRC) elektabilitas partai politik di DKI Jakarta. (Foto: Ist)
Hasil survei Jakarta Research Center (JRC) elektabilitas partai politik di DKI Jakarta. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Polemik seputar rencana interpelasi terkait Formula E memberi dampak elektoral bagi sejumlah partai politik yang memiliki kursi di DPRD DKI Jakarta. Dua partai politik yang mengusulkan interpelasi mendapatkan dukungan publik dengan tingginya elektabilitas.

Temuan survei yang dilakukan Jakarta Research Center (JRC) menunjukkan elektabilitas PDI Perjuangan dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tertinggi, di mana PDI Perjuangan unggul sebesar 23,0 persen dan PSI 17,6 persen.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ditengarai berusaha membendung rencana interpelasi dengan mengumpulkan pimpinan parpol-parpol selain PDI Perjuangan dan PSI.

Sebaliknya, pimpinan fraksi PDI Perjuangan dan PSI masih harus menggalang dukungan untuk meloloskan interpelasi di paripurna DPRD. Jika digabungkan, elektabilitas kedua parpol mencapai lebih dari 40 persen.

Baca juga : Risma-Anies Unggul, Riza Patria Kuda Hitam Cagub DKI

"Dengan kuatnya posisi politik PDI Perjuangan dan PSI, rencana interpelasi tinggal selangkah lagi untuk terealisasi," kata Direktur Komunikasi JRC Alfian P di Jakarta, Sabtu (18/9).

Kedua parpol juga diketahui selama ini bersikap kritis terhadap kebijakan yang diambil Anies di ibu kota. Anies yang digadang-gadang sebagai salah satu calon kuat untuk maju dalam Pilpres kerap mengambil sikap berseberangan dengan pemerintah pusat, yang dipimpin oleh koalisi PDI Perjuangan.

Parpol-parpol selain PDI Perjuangan dan PSI sebetulnya juga tergabung dalam koalisi di tingkat pusat, tetapi peta politik bisa berbeda di daerah. Anies mendapat dukungan kuat dari Gerindra, di mana posisi wakil gubernur diduduki oleh Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

Elektabilitas Gerindra di ibu kota hanya sebesar 5,3 persen, di bawah Golkar (8,1 persen) dan Demokrat (6,9 persen). Demikian pula dengan PKS yang bersama Gerindra mengusung Anies pada Pilkada DKI Jakarta 2017, hanya meraih elektabilitas 5,0 persen.

Baca juga : Didukung Mayoritas Publik DKI, Interpelasi Bakal Terealisasi

Pada urutan berikutnya adalah Nasdem (3,9 persen) dan PKB (2,6 persen), disusul parpol baru yaitu Partai Ummat (1,9 persen). Parpol besutan Amien Rais tersebut mengungguli PAN (1,6 persen). Parpol baru lainnya, Gelora (1,4 persen) juga mengungguli parpol lama PPP (1,3 persen).

"PKS yang selama ini mendominasi Jakarta mendapat ancaman serius, di mana sejumlah tokohnya bergabung dengan Gelora," jelas Alfian.

PAN yang juga memiliki sejumlah tokoh seperti anak-anak politisi nasional Din Syamsuddin dan Zulkifli Hasan dibayang-bayangi aksi bedol desa Partai Ummat.

Belakangan, Abraham Lunggana atau akrab dipanggil Haji Lulung yang loncat dari PPP ke PAN dikabarkan kembali ke parpol lamanya. Sejak bergabung dengan PAN, perolehan kursi parpol dengan lambang matahari tersebut melonjak signifikan.

Baca juga : Survei NSN: Usulkan Interpelasi, PDI Perjuangan Dan PSI Unggul Di Jakarta

Pada papan bawah terdapat Perindo (0,8 persen), PBB (0,4 persen), Berkarya (0,3 persen), Hanura (0,1 persen), dan PKPI (0,1 persen), sedangkan Garuda dan Masyumi Reborn tidak mendapat dukungan. Sisanya pilihan parpol lain (0,9 persen) dan tidak tahu/tidak jawab (18,8 persen).

Survei Jakarta Research Center (JRC) dilakukan pada 7-14 September 2021, secara tatap muka kepada 800 responden mewakili seluruh wilayah di DKI Jakarta. Metode survei adalah multistage random sampling, dengan margin of error ±3,4 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. [MRA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.